SIMPANG JERNIH — Memasuki hari kelima proses evakuasi boat milik Wahab, warga Gampong Melidi, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur,
Jajaran Polsek Simpang Jernih terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat di kawasan pedalaman.
Kapolsek Simpang Jernih, Ipda Dwi Andika Lubis, S.H., M.H., melalui personelnya, Kanit Reskrim Aiptu Andi Sugiatno dan Bhabinkamtibmas Bripka Ilham, hadir mendampingi masyarakat dalam proses evakuasi di kawasan perairan Batu Katak.
Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya memberikan pendampingan serta memperkuat koordinasi di lapangan.
Terlebih, kawasan Batu Katak memiliki kondisi geografis yang menantang,
Sehingga setiap tahapan evakuasi membutuhkan kehati-hatian dan perhatian terhadap faktor keselamatan.
Bagi masyarakat Gampong Melidi, boat bukan sekedar sarana transportasi, melainkan salah satu penunjang penting aktivitas sehari-hari.
Oleh karena itu, proses evakuasi boat milik Wahab menjadi perhatian tersendiri, baik bagi warga maupun pihak-pihak yang terlibat dalam penanganannya.
Melalui kehadiran Kanit Reskrim dan Bhabinkamtibmas, Polsek Simpang Jernih berupaya menjaga komunikasi dengan masyarakat
Serta mendukung penanganan di lapangan sesuai dengan tugas dan kewenangan kepolisian.
Pendampingan ini juga mencerminkan pentingnya kehadiran Polri di tengah masyarakat,

Khususnya di wilayah pedalaman yang menghadapi tantangan akses dan kondisi alam.
Pelayanan kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum,
Tetapi juga mencakup upaya membangun kedekatan, kepedulian, dan kepercayaan masyarakat.
Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” menjadi landasan penting dalam memperkuat sinergi antara aparat kepolisian dan warga.
Melalui komunikasi serta kerja sama yang baik, diharapkan proses penanganan kejadian dapat berjalan dengan tertib dan mengutamakan keselamatan semua pihak.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dalam aktivitas transportasi sungai,
Terutama di kawasan dengan medan perairan yang menantang. Faktor cuaca, arus sungai, serta kesiapan sarana pendukung perlu menjadi perhatian dalam setiap kegiatan di perairan.
Memasuki hari kelima, perkembangan akhir proses evakuasi boat Wahab masih perlu dipastikan melalui keterangan pihak terkait.
Informasi yang akurat diperlukan agar masyarakat memperoleh gambaran yang jelas mengenai perkembangan penanganan kejadian tersebut.
Kapolres Aceh Timur, AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Simpang Jernih, Ipda Dwi Andika Lubis, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan
Proses evakuasi boat milik Wahab, warga Gampong Melidi, yang memasuki hari kelima di kawasan perairan Batu Katak.
Pemantauan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian dan tanggung jawab kepolisian dalam mengikuti perkembangan situasi di lapangan.
Kapolsek Simpang Jernih bersama personelnya, termasuk Kanit Reskrim Aiptu Andi Sugiatno dan Bhabinkamtibmas Bripka Ilham, terus memberikan pendampingan kepada masyarakat
Serta memperhatikan aspek keselamatan selama proses penanganan berlangsung.
Kapolres Aceh Timur melalui Kapolsek Simpang Jernih juga menegaskan pentingnya koordinasi dan kehati-hatian dalam setiap tahapan evakuasi,
Mengingat kondisi geografis dan perairan di kawasan Batu Katak membutuhkan perhatian khusus.
Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat Melidi menjadi wujud nyata semangat “Polisi Bersama Masyarakat”,
Sekaligus memperkuat komitmen Polri untuk senantiasa hadir, memberikan pelayanan, dan mengikuti perkembangan persoalan yang dihadapi warga, khususnya di wilayah pedalaman Aceh Timur.
Keuchik Gampong Melidi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolsek Simpang Jernih, Ipda Dwi Andika Lubis, S.H., M.H., beserta seluruh anggotanya

Atas kepedulian, pendampingan, dan kerja sama dalam proses evakuasi boat milik Wahab di kawasan perairan Batu Katak.
Menurutnya, kehadiran jajaran Polsek Simpang Jernih di tengah masyarakat menjadi bentuk perhatian yang sangat berarti bagi warga Gampong Melidi,
Khususnya dalam menghadapi situasi yang membutuhkan koordinasi dan dukungan bersama.
Ia berharap sinergi dan hubungan baik antara masyarakat dengan jajaran kepolisian terus terjaga,
Sehingga berbagai persoalan yang dihadapi warga, terutama di wilayah pedalaman, dapat ditangani melalui komunikasi dan kerja sama yang baik.
Ucapan terima kasih tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa kehadiran Polri yang dekat dengan masyarakat mampu memperkuat kepercayaan
Serta semangat gotong royong. Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” diharapkan terus menjadi landasan
Dalam membangun keamanan, kepedulian, dan kebersamaan di Gampong Melidi, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur.
{Jurnalis Agus Suriadi}































