LHOKSUKON – Ketika sebagian masyarakat masih menikmati waktu bersama keluarga di awal pagi, seorang anggota kepolisian justru telah berdiri di tengah jalan. 04/11/2026
Di bawah suasana subuh yang perlahan berganti pagi, tugas pengabdian sudah menanti.
Bukan sekedar menjalankan rutinitas, melainkan memastikan keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Pemandangan tersebut tergambar dari aktivitas personel kepolisian Satlantas polres aceh utara Polda Aceh yang melaksanakan pengaturan lalu lintas.
Dengan seragam dinas dan rompi keselamatan berwarna terang, petugas terlihat sigap mengatur arus kendaraan sekaligus membantu masyarakat yang hendak menyeberangi jalan.
Bahkan, kepedulian itu tidak berhenti pada pengaturan kendaraan.
Seorang petugas juga terlihat memberikan perhatian kepada warga lanjut usia yang menggunakan sepeda, memastikan perjalanan mereka dapat berlangsung dengan aman di tengah aktivitas lalu lintas.
Pengabdian yang Tidak Mengenal Waktu
Meninggalkan keluarga sejak pagi buta demi menjalankan amanah negara bukanlah perkara ringan.
Ada keluarga yang menunggu di rumah, ada waktu istirahat yang harus dikorbankan, serta ada tanggung jawab besar yang harus ditunaikan.
Namun, bagi seorang abdi negara, kepentingan masyarakat menjadi salah satu prioritas utama dalam menjalankan tugas.
Kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan semata-mata untuk mengatur lalu lintas,
Tetapi juga menghadirkan rasa aman, memberikan pelayanan, serta membangun kepercayaan melalui tindakan nyata.
Hal-hal sederhana seperti membantu warga menyeberang, mengarahkan pengendara, dan mengutamakan keselamatan pengguna jalan merupakan bentuk pelayanan publik yang memiliki arti besar bagi masyarakat.
Strong Point: Hadir, Melayani, dan Melindungi
Nilai utama pengabdian seorang anggota Polri tidak hanya terlihat dari pangkat maupun jabatan,
Tetapi juga dari kesungguhan menjalankan tugas dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.
Inilah strong point yang patut menjadi perhatian polisi harus hadir ketika masyarakat membutuhkan, bukan hanya ketika terjadi persoalan.
Pengabdian di jalan raya menjadi gambaran bahwa pelayanan kepada masyarakat dimulai dari hal-hal kecil, dilakukan secara konsisten, dan dirasakan langsung manfaatnya.
Pada akhirnya, seragam yang dikenakan bukan sekedar identitas institusi, melainkan simbol tanggung jawab dan amanah negara.
Karena bagi seorang abdi negara, keselamatan masyarakat adalah prioritas, sementara pengabdian tidak mengenal batas waktu.
Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto, S.H., M.H., melalui, Kasat lantas Polres Aceh Utara Iptu Sofyan Kurniawan, S.H., M.H.. mengatakan bahwa kegiatan pengaturan lalu lintas pada pagi hari
Merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.
Menurutnya, kehadiran personel di titik-titik aktivitas masyarakat bertujuan untuk memastikan arus lalu lintas berjalan tertib, lancar, dan aman,
Khususnya pada jam-jam sibuk ketika masyarakat mulai beraktivitas.
Ia juga menekankan pentingnya sikap humanis dalam pelaksanaan tugas. Personel tidak hanya mengatur kendaraan,
Tetapi juga memberikan bantuan kepada pejalan kaki, pengendara sepeda, serta masyarakat yang membutuhkan perhatian di jalan raya.
“Pelayanan kepada masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab kami. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman
Dan membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” demikian pesan yang dapat disampaikan dalam konteks pelayanan Satlantas.
Pengabdian tidak selalu terlihat dari besarnya tindakan, tetapi dari kesediaan hadir ketika masyarakat membutuhkan.
{Jurnalis Agus Suriadi}































