Jakarta – Upaya mempercepat penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi (Rehab-Rekon) pascabanjir bandang terus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Untuk kesekian kalinya, Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., melakukan langkah jemput bola dengan menemui langsung Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), di Gedung BNPB Pusat, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Armia Pahmi secara khusus menyampaikan harapan agar penyaluran dana stimulan bagi masyarakat korban banjir yang rumahnya mengalami kerusakan ringan dan sedang dapat segera direalisasikan. Menurutnya, percepatan penyaluran bantuan tersebut merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah, mengingat masyarakat terdampak sangat menantikan kepastian dan dukungan pemerintah untuk memperbaiki rumah tempat tinggal mereka.
Bupati Armia Pahmi menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dan terus berupaya memperjuangkan hak serta kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang pada November tahun lalu. Berbagai langkah koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat akan terus dilakukan demi memastikan proses pemulihan berjalan optimal dan bantuan yang dibutuhkan masyarakat dapat segera diwujudkan.
UPAYA TAK AKAN PERNAH BERHENTI
Komitmen tersebut juga mencakup perjuangan untuk memastikan bantuan perbaikan rumah bagi seluruh kategori kerusakan, mulai dari rusak ringan, rusak sedang, rusak berat hingga rumah yang hilang akibat terjangan banjir bandang. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berharap seluruh proses penanganan Rehab-Rekon mendapatkan perhatian dan dukungan penuh dari pemerintah pusat.
Langkah jemput bola yang kembali dilakukan Bupati Armia Pahmi ini menjadi wujud keseriusan pemerintah daerah dalam memperjuangkan percepatan pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana. Harapannya, koordinasi dengan BNPB dapat menghasilkan langkah konkret dan kepastian realisasi bantuan, sehingga masyarakat korban banjir tidak terus menunggu dalam ketidakpastian, melainkan dapat segera kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan kehidupan yang lebih baik.
(Andi)































