Pengamat Strategi Intelijen UI : Fakta MNC Hanya Broker dalam Jual-Beli NCD Unibank oleh PT CMNP

AGUS SURIADI

- Redaksi

Rabu, 8 April 2026 - 11:55 WIB

5086 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |Pengamat Strategi Intelijen dari Universitas Indonesia, Muhammad Chabibi M.Si menilai kasus NCD Unibank secara fakta hukum adalah proses Jual-Beli antara Unibank sebagai Penerbit NCD dengan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) sebagai Pembeli dengan menggunakan PT Bhakti Investama atau PT MNC Asia Holding sebagai Broker.

“Ini terbukti Dalam laporan tahunan PT CMNP disebutkkan bahwa PT CMNP memiliki penempatan jangka panjang dalam bentuk Negotiable Certificates of Deposit (NCD) yang diterbitkan oleh PT Bank Unibank Tbk (Unibank) sebesar US$ 28 juta atau sekitar Rp 420 miliar (kurs US$1 = Rp15.000). Produk ini memberikan bunga diskonto per tahun sebesar 6 % dan jatuh tempo pada bulan Mei 2002. kata Pengamat Strategi Intelijen Universitas Indonesia, Muhammad Chabibi M.Si dalam keterangannya kepada Wartawan Selasa, (7/4/2026).

Namun, Unibank dahulu dimiliki Sukanto Tanoto tersebut kemudian menjadi tidak sehat dan menjadi pasien dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Ketika menjadi pasien BPPN, Unibank tercatat tidak memiliki Pemegang saham pengendali (PSP) dan tidak ada pemegang saham mayoritas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Singkat cerita, banyak dana di Unibank yang nyangkut dan tidak bisa dibayarkan, termasuk NCD milik CMNP. Pada 8 Januari 2004, CMNP mengajukan gugatan hukum terkait NCD Perusahaan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat melawan Unibank, BPPN, Pemerintah Republik Indonesia c.q. Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia. Isi gugatannya adalah ganti rugi materiil dan immaterial yang masing-masing sebesar US$ 28 juta dan US$ 1 juta.

“Dalam gugatan hukum tersebut tidak ada sama sekali PT Bhakti Investama yang merupakan Broker menjadi Tergugat atau Turut tergugat,” Tegas Chabibi.

Pada tanggal 29 Juli 2004, Berdasarkan Keputusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat No. 07/Pdt.G/2004/PN.JKT.PST, PT CMNP memenangkan gugatan dan BPPN diminta untuk membayar ganti rugi senilai sertifikat NCD, yakni sebesar US$ 28 juta.

Pengadilan menyatakan sertifikat-sertifikat NCD yang diterbitkan oleh Unibank adalah sah.

Selain itu, Pengadilan juga mengatakan perusahaan adalah pemilik yang sah dan karenanya berhak menerima pembayaran atas sertifikat-sertifikat NCD dan menyatakan BPPN telah melakukan perbuatan melawan hukum yang merugikan Perusahaan. Pengadilan juga menghukum BPPN untuk membayar ganti kerugian kepada Perusahaan berupa nilai nominal sertifikat-sertifikat NCD tersebut yang seluruhnya bernilai US$ 28 juta.

“Dan pada 28 April 2005, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta melalui Surat Keputusan No.124/PDT/2005/PT. DKI menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat tersebut. Kemudian BPPN melakukan Kasasi atas hasil keputusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta ke Mahkamah Agung (MA) RI dan berhasil memenangkan kasasi tersebut,” ungkap Chabibi.

Kemudian, Pada tahun 2007 PT CMNP mengajukan permohonan Peninjauan Kembali (PK) terhadap keputusan kasasi Mahkamah Agung No. 413K/PDT/2006 tersebut.
Sayangnya, Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang dilakukan Perusahaan.

Meskipun sudah memiliki Putusan berkekuatan hukum tetap, Namun PT CMNP menyatakan terus akan melakukan upaya hukum lainnya berkenaan dengan Hak tagih atas penempatan jangka panjang dalam bentuk NCD.

Nah, sekarang PT CMNP mengugat Brokernya yaitu PT Bhakti Investama atau PT MNC Asia Holding yang sama sekali bukan pihak yang menerima dana penempatan NCD di Unibank.

“Dan dalam gugatannya pun sangat aneh, karena Unibank sebagai Penerbit NCD yang menerima dana Pembelian NCD Unibank justru tidak Tergugat,” ungkap Chabibi.

“Tentu saja ini merupakan gugatan yang Salah Gugat atau Error in Persona oleh PT CMNP kepada MNC Group sebagai Broker dari Penjualan NCD Unibank,” Pungkas Muhammad Chabibi.

Reporter : Edo

Berita Terkait

AGUS FLORES, KETUA UMUM FAST RESPON SEKALIGUS PIMPINAN REDAKSI NASIONAL SUARA MERDEKA, TEGASKAN KOMITMEN KAWAL PEMBERITAAN KAPOLRI SUYUDI AS
Makam Putri Cempo dan Jejak Spiritual Masa Lalu, Kisah tentang Tradisi, Keteladanan, dan Perjalanan Kehidupan
Dua Prinsip Utama yang Ditekankan Ketum Fast Respon: Tahu Diri dan Tahu Batas, Wartawan Bukan Aparat Penegak Hukum
Agus Flores Ketum YLKI Sultra Di Jakarta, Gugat Korlantas dan Jasa Raharja di Komisi Persaingan Usaha
Agus Flores vs Kakorlantas Kini Berpotensi Berlawanan atau ketemu Di Pengadilan, Siapa yang Akan Membuktikan Kebenaran?
Tegas! Agus Flores Terbitkan 11 Instruksi Untuk Media FRN, Sembilan Syarat Wajib Dipenuhi Atau Mundur
Enam Agenda Jadi Sorotan, Publik Menanti Bukti Nyata Kepemimpinan Kapolri Suyudi
2026 Kerja Ketum Fast Respon Agus Flores, Sunyi Senyap, Memantau Langsung Seluruh Polda- Polres, apakah Mereka Kerja Sesuai Visi Misi Kapolri atau Tidak///

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:49 WIB

AGUS FLORES, KETUA UMUM FAST RESPON SEKALIGUS PIMPINAN REDAKSI NASIONAL SUARA MERDEKA, TEGASKAN KOMITMEN KAWAL PEMBERITAAN KAPOLRI SUYUDI AS

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Makam Putri Cempo dan Jejak Spiritual Masa Lalu, Kisah tentang Tradisi, Keteladanan, dan Perjalanan Kehidupan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:27 WIB

Agus Flores Ketum YLKI Sultra Di Jakarta, Gugat Korlantas dan Jasa Raharja di Komisi Persaingan Usaha

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:24 WIB

Agus Flores vs Kakorlantas Kini Berpotensi Berlawanan atau ketemu Di Pengadilan, Siapa yang Akan Membuktikan Kebenaran?

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Tegas! Agus Flores Terbitkan 11 Instruksi Untuk Media FRN, Sembilan Syarat Wajib Dipenuhi Atau Mundur

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Enam Agenda Jadi Sorotan, Publik Menanti Bukti Nyata Kepemimpinan Kapolri Suyudi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:51 WIB

2026 Kerja Ketum Fast Respon Agus Flores, Sunyi Senyap, Memantau Langsung Seluruh Polda- Polres, apakah Mereka Kerja Sesuai Visi Misi Kapolri atau Tidak///

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Usai Berantas Narkoba, Kapolri Suyudi Kini Bidik Judol Dan Penipuan Digital ​

Berita Terbaru