Panitia Tegaskan Sportivitas dalam Lomba Bidar, Peserta Wajib Patuhi Aturan Ketat

TRIBUN PASE

- Redaksi

Selasa, 19 Agustus 2025 - 03:02 WIB

50139 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ogan Ilir, Sumatera Selatan, 18 Agustus 2025 – Suara dayung akan kembali membelah arus Sungai Ogan. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir bersama panitia lokal mempersiapkan tradisi lomba perahu bidar, salah satu pesta rakyat yang selalu dinanti masyarakat.

Sehari sebelum perlombaan dimulai, panitia menggelar technical meeting di Aula Kecamatan Tanjung Raja, Senin (18/8/2025). Pertemuan ini menghadirkan seluruh ofisial dan manajer tim dari berbagai desa, menjadi ruang untuk menyamakan aturan dan memastikan jalannya perlombaan berlangsung adil serta sportif. Ketua Panitia, Herman Yahya, menegaskan bahwa lomba tahun ini memperlombakan kategori pendayung 11 orang dengan total 26 tim yang telah terdaftar. Masing-masing kecamatan diperbolehkan menurunkan maksimal dua tim, dengan susunan pendayung yang berbeda. Setiap tim juga wajib menyertakan identitas resmi berupa KTP-el atau kartu keluarga, dengan ketentuan hanya enam pendayung dari luar Ogan Ilir yang diperbolehkan bergabung.

Panitia menyediakan enam unit perahu bidar untuk tim yang tidak memiliki perahu sendiri, sekaligus menjamin keseragaman ukuran agar perlombaan berlangsung seimbang. Lomba akan berlangsung dengan sistem gugur, dimulai dari Desa Serijabo hingga finis di Pasar Tanjung Raja, pada Selasa (19/8/2025) pukul 08.30 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain gengsi desa yang dipertaruhkan, hadiah uang pembinaan juga menanti para juara. Juara pertama akan membawa pulang piala bergilir Bupati Ogan Ilir serta hadiah Rp10 juta, juara kedua Rp7 juta, dan juara ketiga Rp5 juta. Namun bagi banyak warga, kemenangan bukanlah semata-mata tujuan. Kehadiran lomba bidar menjadi perayaan kebersamaan, warisan budaya sungai yang mempertautkan generasi, sekaligus pengingat akan semangat gotong royong.

Sejumlah aturan ketat diberlakukan demi menjaga sportivitas. Tim yang terbukti menghalangi perahu lawan, merusak dayung, atau melakukan tindak kekerasan akan langsung didiskualifikasi. Protes hanya dapat diajukan secara resmi melalui ofisial dengan uang jaminan Rp1 juta, dan keputusan panitia bersifat mutlak. Untuk mengantisipasi kerawanan, pengamanan melibatkan personel TNI dan Polri yang disiagakan di sekitar arena.

Herman Yahya menuturkan, seluruh ketentuan itu bukanlah beban, melainkan upaya menjaga marwah tradisi bidar agar tetap menjadi ajang kebanggaan bersama. “Bidar ini bukan sekadar lomba, tapi identitas Ogan Ilir. Di sinilah warga berkumpul, bersorak, dan meneguhkan kebersamaan. Semangat itulah yang ingin kita wariskan,” ujarnya.

Ribuan warga diperkirakan akan memadati tepian Sungai Ogan untuk menyaksikan perhelatan. Di balik riuh sorak suporter, ada kerja panjang yang lahir dari desa-desa: menyiapkan perahu, melatih pendayung, hingga mendukung logistik. Semuanya berpadu menjadi pesta rakyat yang selalu dinanti, mengalir seirama dengan denyut sungai dan semangat kemerdekaan yang ke-80. (red)

Berita Terkait

Respons Cepat Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, Perkuat Keluarga Korban Rumah Tertimpa Pohon
DPC Indonesian Advocacy Agency (BAI) Aceh Tamiang Strengthens Organizational Integrity and Reinforces the Roles and Responsibilities of Its Management
Pengabdian kepada Masyarakat, Lapas Narkotika Langkat Memperbaiki Fasilitas Umum dari Dukungan Inkopasindo
Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Aksi Demo Jilit II, Kesal Karena Selalu Dibohongi, Puluhan Masa Jemur BH Wanita di Depan Pintu Masuk Polrestabes Medan
Urus Data Resmi Pemkab Meranti Kini Lebih Mudah, Plt. Kadis Kominfo Ajak Gunakan Layanan PPID
Bersatu Demi Masa Depan Aceh Tamiang, DPC BAI, DPD SWI, dan NPCI Gaungkan Semangat Pengembangan Olahraga
Prestasi Tak Lagi Menjamin? Polemik SPMB SMP Negeri 1 Indralaya Kembali Lagi Menjadi Tuai Sorotan Publik, Warga: Pemkab OI Jangan Tutup Mata

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 11:41 WIB

AGUS MAJAPAHIT: PERINGATI HUT BHAYANGKARA MAJAPAHIT KE-733, RAWAT WARISAN SEJARAH DAN SEMANGAT PENGABDIAN KEPADA BANGSA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:17 WIB

29 Tahun Merawat Sejarah Bhayangkara, Penjaga Situs di Mojokerto Mengaku Prihatin: Jangan Biarkan Warisan Leluhur Hancur!

Berita Terbaru