Di Tengah Jalan yang Tertimbun Longsor, Kepedulian Hadir: KITA BISA, SALAM SETARA dan RELAWAN GESIT Salurkan 3 Depot Air Siap Minum
ACEH TIMUR/ACEH TAMIANG — Di tengah keterbatasan akses dan kondisi jalan yang masih terdampak bencana, kepedulian kembali hadir dari masyarakat untuk masyarakat. Perkumpulan KITA BISA, SALAM SETARA, dan RELAWAN GESIT menyalurkan bantuan berupa tiga unit depot mini air mineral siap minum bagi masyarakat di wilayah terdampak. Bantuan tersebut menjadi langkah awal untuk membantu memenuhi kebutuhan air minum masyarakat, khususnya di wilayah yang masih menghadapi berbagai keterbatasan pascabencana.
Kegiatan ini merupakan aksi sosial perdana yang dilaksanakan oleh kelompok relawan tersebut. Penyaluran bantuan menyasar dua wilayah, yakni Desa Melidi, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, serta Desa Bengkelang, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang.

Tiga Unit Depot Air untuk Masyarakat
Bantuan yang diberikan berupa tiga unit depot mini air mineral siap minum. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan menjadi salah satu solusi sederhana terhadap kebutuhan air minum yang layak.
Gerakan sosial ini dikoordinasikan oleh Nasrul Anggara, bersama tim relawan dari RG Lhokseumawe, yakni:
– Rifka Asyura
– Muhammad Ikhsan Azhar
– Kausar Khawarizmi
– Novia Rahma
– Dio Wandana
– Nasywa Jalilah
– Syifa Nazila
Mereka bergerak dengan semangat yang sama: membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa menunggu kondisi menjadi lebih baik.

Bukan Sekadar Air, Tetapi Harapan
Bagi masyarakat di daerah terdampak, bantuan air minum bukan sekadar fasilitas. Di balik setiap tetes air yang tersedia, terdapat harapan agar kehidupan sehari-hari perlahan dapat kembali berjalan.
Namun, persoalan yang dihadapi masyarakat tidak berhenti pada kebutuhan air bersih. Akses jalan menjadi salah satu persoalan penting yang masih membutuhkan perhatian.
Sejumlah akses menuju desa masih menghadapi kondisi sulit akibat dampak longsor. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat menyulitkan distribusi bantuan dan aktivitas ekonomi warga.
Karena itu, para donatur dan relawan berharap perhatian terhadap masyarakat tidak berhenti pada bantuan sosial yang bersifat sementara.
Harapan untuk Jalan yang Kembali Terbuka
Para donatur berharap pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, maupun para dermawan dapat ikut memberikan perhatian terhadap kondisi infrastruktur di desa-desa terdampak.
Harapan terbesar mereka adalah agar akses jalan yang tertimpa longsor dapat segera diperbaiki, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas, anak-anak dapat bersekolah dengan lebih mudah, serta distribusi kebutuhan pokok dan bantuan dapat berjalan tanpa hambatan.
“Bantuan air adalah langkah awal. Harapan kami, perhatian terhadap masyarakat terus berlanjut, terutama untuk membuka kembali akses jalan yang tertimpa longsor,” harapan perkumpulan relawan.
Gerakan KITA BISA, SALAM SETARA, dan RELAWAN GESIT menjadi gambaran bahwa kepedulian tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Tiga unit depot air mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi masyarakat yang membutuhkan, bantuan tersebut dapat menjadi tanda bahwa mereka tidak berjalan sendirian menghadapi kesulitan.
Di tengah jalan yang masih tertutup longsor, kepedulian membuka jalan lain: jalan menuju harapan.
(Saut Simanjuntak)



























