Aceh Tamiang, Indonesia – Semangat membangun Kabupaten Aceh Tamiang terus digaungkan dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, Ketua DPC Badan Advokasi Indonesia (BAI) Aceh Tamiang, Syamsul, Ketua DPD Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Aceh Tamiang, Hendrikoi Lubis, dan Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Aceh Tamiang, Tahar Bin Yusuf, menyampaikan komitmen bersama untuk mendorong pengembangan dunia olahraga sebagai salah satu pilar penting dalam menciptakan generasi yang sehat, berprestasi, dan berdaya saing khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang. Komitmen mereka disampaikan di sebuah caffe di Karang Baru pada Jumat (10/7/2026).

Ketiga organisasi tersebut menilai bahwa olahraga bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga menjadi sarana membangun karakter, mempererat persatuan, serta membuka peluang lahirnya atlet-atlet berbakat yang mampu mengharumkan nama Aceh Tamiang di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.
Menurut mereka, kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusianya. Melalui pembinaan olahraga yang berkelanjutan, Aceh Tamiang diyakini mampu melahirkan generasi muda yang disiplin, tangguh, berintegritas, dan memiliki semangat juang tinggi.
DPC BAI Aceh Tamiang menegaskan pentingnya dukungan seluruh pihak terhadap pembangunan sektor olahraga, termasuk perlindungan hak-hak atlet, pelatih, dan masyarakat agar memperoleh kesempatan yang sama dalam mengembangkan potensi diri.
Sementara itu, DPD SWI Aceh Tamiang menyatakan kesiapan insan pers untuk terus mengangkat prestasi, semangat, dan perjuangan para atlet melalui pemberitaan yang edukatif, inspiratif, dan membangun optimisme masyarakat terhadap masa depan olahraga daerah.
Di sisi lain, NPCI Aceh Tamiang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan perhatian yang setara kepada atlet penyandang disabilitas. Mereka menegaskan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Dengan pembinaan yang tepat, kesempatan yang adil, dan dukungan semua pihak, para atlet disabilitas mampu menjadi kebanggaan daerah sekaligus menginspirasi generasi muda.
“Olahraga adalah bahasa persatuan. Dari lapangan olahraga lahir nilai sportivitas, disiplin, kerja keras, dan persaudaraan. Inilah modal besar untuk membangun Aceh Tamiang yang lebih maju,” demikian pernyataan bersama ketiga organisasi tersebut.
Mereka juga mengajak Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, serta seluruh lapisan masyarakat untuk bersinergi dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana olahraga, memperkuat pembinaan atlet usia dini, serta menciptakan ekosistem olahraga yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan semangat kebersamaan, DPC BAI Aceh Tamiang, DPD SWI Aceh Tamiang, dan NPCI Aceh Tamiang optimistis bahwa olahraga akan menjadi salah satu kekuatan besar dalam mengangkat harkat dan martabat Kabupaten Aceh Tamiang. Sebab, di balik setiap medali yang diraih, tersimpan harapan, perjuangan, dan kebanggaan seluruh masyarakat Aceh Tamiang untuk menatap masa depan yang lebih gemilang.
Jika diinginkan, saya juga dapat membuat versi berita ini dengan menyertakan kutipan resmi dari Ketua DPC BAI, Ketua DPD SWI, dan Ketua NPCI Aceh Tamiang agar lebih layak dipublikasikan di media massa.
(Saut Simanjuntak)





























