Komisi III DPR RI: Status Tanggap Darurat Bencana di Aceh Diharapkan Tidak Menghadirkan Darurat Kekerasan

AGUS SURIADI

- Redaksi

Minggu, 28 Desember 2025 - 15:31 WIB

50286 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH – Anggota DPR RI komisi III asal Aceh Muhammad Nasir Djamil meminta aparat negara agar mengedepankan kecerdasan dalam menghadapi masyarakat, bukan menggunakan kekerasan.

Sebab, kata Nasir kekerasan akan menimbulkan masalah baru dan pintu masuk bagi pihak-pihak yang ingin mengacaukan suasana di Aceh, di mana pemerintah pusat dan daerah sedang berusaha keras menanggulangi bencana banjir besar dan tanah longsor,” ucapnya, Minggu, 28/12/2025.

” Status tanggap darurat yang diperpanjang hingga 8 Januari 2026 mendatang diharapkan tidak menghadirkan darurat kekerasan di Aceh.

Iya juga meminta Kepada masyarakat diharapkan mengedepankan rasionalitas bukan emosionalitas ketika mendapatkan informasi dari siapapun yang pesannya tidak bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.

Kami berharap agar pimpinan institusi aparat negara , baik sipil, militer, dan polisi di Aceh meningkatkan kuantitas dan kualitas kordinasi dalam menyikapi penanggulangan bencana dan dinamika sosial yang di tengah masyarakat.

Apapun dinamika sosial yang terjadi di tengah masyarakat harus dihadapi dengan kecerdasan dan rasionalitas, bukan kekerasan dan emosionalitas, mari kita menyatukan barisan agar rakyat aceh yang mengalami musibah banjir besar dan tanah longsor mendapatkan hak-hak mereka.

Adapun terkait aksi yang menuntut agar status bencana Sumatera (Aceh, Sumut, dan Sumbar) menjadi bencana nasional, Nasir Djamil menyarankan agar unjuk rasa itu berjalan tertib dan damai, tunjukkan kepada masyarakat Indonesia dan dunia bahwa orang Aceh adalah masyarakat yang beradab dan cinta damai,” tutur Nasir.

Pewarta: Fadly P.B

Berita Terkait

Polemik Uang AC 1 Juta Rupiah SMAN 3 Putra Bangsa Aceh Utara: Sumbangan Atau Pungutan Berkedok Musyawarah?
‎Dugaan Pembuangan Limbah ke Parit Umum dan Belum Mengantongi SLHS di SPPG Matangkuli, BGN Aceh Buka Suara
Marlina dan Dinding Lapuk: Jeritan Rakyat Kecil di Aceh Timur Yang Tak Pernah Sampai ke Meja Pengambil Kebijakan
Dorong Produktivitas Petani Aceh, Jamaluddin Idham Salurkan Puluhan Alsintan Modern
‎Sinergi HUT Bhayangkara ke-80: Polres Aceh Utara dan Lapas Lhoksukon Gelar Pengobatan Gratis bagi WBP
Kontradiksi SPPG di Matangkuli: Mengaku Sudah Ajukan SLHS, Faktanya Kosong di Dinkes Aceh Utara
Nasir Djamil Serahkan Bantuan Makanan dan Genset untuk Panti Asuhan Islam Media Kasih Banda Aceh
Polemik Dapur Gizi di Desa Mee Meurah Mulia: Higienis atau Hanya Formalitas?

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 18:48 WIB

Kapolsek Langkahan Ipda Irvan Silaturahmi kediaman Abi Ja’far Lueng Angen, Perkuat Sinergi dengan Ulama

Senin, 22 Juni 2026 - 15:39 WIB

‎Dugaan Pembuangan Limbah ke Parit Umum dan Belum Mengantongi SLHS di SPPG Matangkuli, BGN Aceh Buka Suara

Senin, 22 Juni 2026 - 14:57 WIB

Marlina dan Dinding Lapuk: Jeritan Rakyat Kecil di Aceh Timur Yang Tak Pernah Sampai ke Meja Pengambil Kebijakan

Senin, 22 Juni 2026 - 14:06 WIB

Dorong Produktivitas Petani Aceh, Jamaluddin Idham Salurkan Puluhan Alsintan Modern

Senin, 22 Juni 2026 - 12:21 WIB

‎Sinergi HUT Bhayangkara ke-80: Polres Aceh Utara dan Lapas Lhoksukon Gelar Pengobatan Gratis bagi WBP

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:29 WIB

Kontradiksi SPPG di Matangkuli: Mengaku Sudah Ajukan SLHS, Faktanya Kosong di Dinkes Aceh Utara

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:54 WIB

Nasir Djamil Serahkan Bantuan Makanan dan Genset untuk Panti Asuhan Islam Media Kasih Banda Aceh

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:27 WIB

Polemik Dapur Gizi di Desa Mee Meurah Mulia: Higienis atau Hanya Formalitas?

Berita Terbaru