YARA Desak Pemerintah Perhatikan Nasib Wartawan Korban Banjir: “Jangan Hanya Butuh Saat Pencitraan!”

AGUS SURIADI

- Redaksi

Rabu, 21 Januari 2026 - 13:54 WIB

5098 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Aceh Barat, Hamdani, S.Sos., S.H.,M.H., meminta pemerintah daerah maupun pusat tidak menutup mata terhadap kondisi jurnalis yang terdampak banjir di sejumlah wilayah di Aceh. Bukan hanya kehilangan harta benda, banyak wartawan kini lumpuh secara profesi karena alat kerja vital seperti laptop dan kamera rusak terendam air.

Kondisi banjir yang mengepung sejumlah wilayah seperti Aceh Utara, Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur, Bireuen, Pidie Jaya, hingga Lhokseumawe tidak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga melumpuhkan profesi jurnalis.

Banyak wartawan di wilayah tersebut kini tidak bisa bekerja karena perangkat vital mereka seperti laptop dan kamera rusak terendam air. Tanpa alat tersebut, para “pemburu berita” ini praktis kehilangan mata pencaharian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

” Sangat ironis melihat pemerintah sangat terbantu oleh pemberitaan jurnalis saat bencana untuk menaikkan citra dan mendapatkan bantuan, namun abai ketika jurnalis itu sendiri tertimpa musibah. Alat kerja mereka adalah nyawa profesi mereka,” tegas Hamdani, Rabu, 21/01/2026.

Ketua YARA menegaskan adanya ketimpangan perlakuan dari pihak pemerintah terhadap peran jurnalis di lapangan. Ia menyebut pemerintah seringkali mendapatkan keuntungan dari pemberitaan masif yang dilakukan wartawan saat bencana, namun abai ketika jurnalis itu sendiri yang menjadi korban.

Poin Utama Desakan YARA:

Pendataan Khusus: Pemerintah diminta mendata awak media yang terdampak banjir secara spesifik.

Bantuan Alat Kerja: Memberikan skema bantuan atau kompensasi untuk perbaikan/penggantian alat kerja (kamera dan laptop) yang rusak.

Kepedulian Sosial: Menghapus stigma bahwa wartawan hanya “alat” publikasi, melainkan bagian dari masyarakat yang juga butuh perlindungan saat bencana.

YARA mengingatkan bahwa tanpa kehadiran jurnalis di lokasi bencana, informasi mengenai penderitaan rakyat tidak akan sampai ke telinga publik dan pemangku kebijakan. Oleh karena itu, sudah sepatutnya pemerintah memberikan perhatian timbal balik yang adil.

Pewarta: Fadly P.B

Berita Terkait

Realisasi Anggaran Tambahan TKD Aceh 2026 Capai Rp 621,96 Miliar, Publik Dapat Pantau Langsung Lewat Portal P2K
‎‎Plt. Sekda Aceh Hadiri Upacara HUT ke-81 TNI Di Banda Aceh
Plt Sekda Aceh Hadiri Peringatan Maulid Nabi Di Kantor PWI Aceh
Plt Sekda Aceh Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila
Wagub Dek Fadh Usulkan Penyediaan Alat Berat Untuk Daerah Rawan Banjir
Agus Suriadi Sampaikan Ucapan Selamat untuk Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat, Wakapolri Baru
Fast Respon DPW Aceh Sampaikan Selamat kepada Komjen Pol. Suyudi Ario Seto atas Persetujuan Komisi III DPR
AKBP Muhammad Yanis Pimpin BNN Kota Banda Aceh, Ketua Fast Respon DPW Aceh Sampaikan Pesan Pengabdian

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:07 WIB

BAI Aceh Tamiang dan Reclasseering Aceh Bangun Kolaborasi, Perkuat Perjuangan Keadilan bagi Masyarakat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:12 WIB

Respons Cepat Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, Perkuat Keluarga Korban Rumah Tertimpa Pohon

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mualem Upayakan Listrik Gratis di Huntara Korban Banjir Aceh

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Sampah Menggunung Ganggu Kenyamanan Warga, Ibu-Ibu Dusun 2 Suka Jaya Turun Tangan Bersihkan Jalan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Garbage Disrupts Residents’ Comfort, Women in Suka Jaya Hamlet Take Action to Clean the Village Roads

Senin, 28 September 2026 - 18:24 WIB

DPC BAI Aceh Tamiang dan RAPI Bangun Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah

Senin, 28 September 2026 - 18:16 WIB

DPC BAI Aceh Tamiang and RAPI Build Collaboration to Support Regional Development

Sabtu, 26 September 2026 - 08:10 WIB

400 Electronic Land Certificates Handed Over to Residents in Bendahara, Strengthening Legal Certainty in Aceh Tamiang

Berita Terbaru