Tambang Emas Poboya Disorot, Dugaan Keterlibatan “Lingkaran Gurita” Oknum Pejabat Mengemuka

AGUS SURIADI

- Redaksi

Rabu, 25 Maret 2026 - 00:09 WIB

5055 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Aktivitas tambang emas di wilayah Poboya, Sulawesi Tengah, kini menjadi sorotan nasional. Dugaan keterlibatan oknum pejabat berpengaruh dalam praktik tambang ilegal memicu keresahan publik sekaligus mempertanyakan ketegasan aparat penegak hukum.

Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara Counter Polri, Agus Flores, menilai praktik yang terjadi di lokasi tersebut bukan lagi berskala kecil, melainkan sudah membentuk jaringan besar layaknya “gurita kekuasaan”. Ia menyebut, aktivitas tambang ilegal diduga berlindung di balik legitimasi lembaga tertentu, bahkan dengan dalih pembangunan fasilitas resmi.

“Ini bukan lagi permainan oknum kelas bawah. Yang bermain sudah terstruktur, sistematis, dan masif. Gunung diratakan, tetapi publik tidak pernah tahu ke mana material tanah yang diduga mengandung emas itu mengalir,” tegasnya, Selasa (24/3/2026).

Sorotan utama publik tertuju pada hilangnya material tambang bernilai tinggi yang seolah tak terlacak. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya alur distribusi ilegal yang melibatkan pihak-pihak berpengaruh, sehingga sulit disentuh hukum.

Lebih jauh, muncul pertanyaan serius terkait kinerja aparat di lapangan. Masyarakat menilai penegakan hukum terkesan mandek, bahkan diduga terhambat oleh konflik kepentingan antar oknum institusi.

“Ketika aparat hendak bertindak, justru terbentur dengan oknum dari angkatan lain. Ini yang membuat penanganan seolah buntu,” lanjut Agus.

Situasi tersebut dinilai berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa penyelesaian persoalan ini membutuhkan intervensi langsung dari pimpinan tertinggi negara.

Nama Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI Agus Subiyanto disebut sebagai figur yang dinilai memiliki otoritas penuh untuk membongkar dan menertibkan dugaan praktik tambang ilegal tersebut.

“Kalau sudah seperti ini, hanya Presiden atau Panglima TNI yang bisa mengambil langkah tegas dan menyeluruh,” pungkasnya.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait dugaan jaringan besar di balik aktivitas tambang ilegal Poboya.

Namun tekanan publik terus menguat, mendesak adanya transparansi dan tindakan nyata demi menghentikan praktik yang diduga merugikan negara serta merusak lingkungan tersebut.

Berita Terkait

Revisi UUPA, Sekda Nasir: Instrumen Penting Mengatasi Kemiskinan dan Pengangguran
SEKDA NASIR RAIH ANUGERAH SMSI SEBAGAI TOKOH INSPIRATIF NASIONAL 2026
Aceh Tamiang District Prosecutor’s Office Receives Courtesy Visit from BAI Aceh Tamiang, Building New Hope for the Community
Raker Komisi III DPR RI: Wakapolri Apresiasi Pengesahan RUU Polri, Janji Tingkatkan Profesionalisme
Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA
Intens Bahas Revisi UUPA, Pemerintah Aceh Berterimakasih pada Forbes dan DPR Aceh
Amankan Demo dan Kunjungan Presiden Jerman, Polda Metro Jaya Sterilkan Jalur VIP
Agus Flores Tantang Ungkap Aktor di Balik Tambang Pasir dan Solar Ilegal di Jatim: “Laporkan ke Saya!”

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:29 WIB

Kontradiksi SPPG di Matangkuli: Mengaku Sudah Ajukan SLHS, Faktanya Kosong di Dinkes Aceh Utara

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:27 WIB

Polemik Dapur Gizi di Desa Mee Meurah Mulia: Higienis atau Hanya Formalitas?

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:35 WIB

Ayahwa Bupati Tinjau Asrama IPAU, Tegaskan Komitmen Dukung Hunian Mahasiswa yang Lebih Layak

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:58 WIB

Istiqamah Menuntut Ilmu, Pemerintah Gampong Kebon Pirak Gelar Pengajian Rutin

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:43 WIB

Majelis Taklim Rutin Gampong Mampree: Pilar Penguatan Nilai Keagamaan di Paya Bakong

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:54 WIB

Rajuli Resmi Dilantik Jadi Geuchik Blang Gunci, Camat Paya Bakong Tekankan Sinergitas dan Pelayanan Masyarakat

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:49 WIB

Ketika Sepak Bola Jadi Ajang Silaturahmi Unik di Tumpok Mesjid: Usai Fase Dusun, Pemain Dua Desa Lincah Olah Bola Pakai Ija Kroeng

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:32 WIB

Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak, Gampong Blang Sialet Gelar Posyandu

Berita Terbaru