Tambang Emas Poboya Disorot, Dugaan Keterlibatan “Lingkaran Gurita” Oknum Pejabat Mengemuka

AGUS SURIADI

- Redaksi

Rabu, 25 Maret 2026 - 00:09 WIB

5071 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Aktivitas tambang emas di wilayah Poboya, Sulawesi Tengah, kini menjadi sorotan nasional. Dugaan keterlibatan oknum pejabat berpengaruh dalam praktik tambang ilegal memicu keresahan publik sekaligus mempertanyakan ketegasan aparat penegak hukum.

Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara Counter Polri, Agus Flores, menilai praktik yang terjadi di lokasi tersebut bukan lagi berskala kecil, melainkan sudah membentuk jaringan besar layaknya “gurita kekuasaan”. Ia menyebut, aktivitas tambang ilegal diduga berlindung di balik legitimasi lembaga tertentu, bahkan dengan dalih pembangunan fasilitas resmi.

“Ini bukan lagi permainan oknum kelas bawah. Yang bermain sudah terstruktur, sistematis, dan masif. Gunung diratakan, tetapi publik tidak pernah tahu ke mana material tanah yang diduga mengandung emas itu mengalir,” tegasnya, Selasa (24/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sorotan utama publik tertuju pada hilangnya material tambang bernilai tinggi yang seolah tak terlacak. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya alur distribusi ilegal yang melibatkan pihak-pihak berpengaruh, sehingga sulit disentuh hukum.

Lebih jauh, muncul pertanyaan serius terkait kinerja aparat di lapangan. Masyarakat menilai penegakan hukum terkesan mandek, bahkan diduga terhambat oleh konflik kepentingan antar oknum institusi.

“Ketika aparat hendak bertindak, justru terbentur dengan oknum dari angkatan lain. Ini yang membuat penanganan seolah buntu,” lanjut Agus.

Situasi tersebut dinilai berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa penyelesaian persoalan ini membutuhkan intervensi langsung dari pimpinan tertinggi negara.

Nama Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI Agus Subiyanto disebut sebagai figur yang dinilai memiliki otoritas penuh untuk membongkar dan menertibkan dugaan praktik tambang ilegal tersebut.

“Kalau sudah seperti ini, hanya Presiden atau Panglima TNI yang bisa mengambil langkah tegas dan menyeluruh,” pungkasnya.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait dugaan jaringan besar di balik aktivitas tambang ilegal Poboya.

Namun tekanan publik terus menguat, mendesak adanya transparansi dan tindakan nyata demi menghentikan praktik yang diduga merugikan negara serta merusak lingkungan tersebut.

Berita Terkait

Mendagri Tito Karnavian Jenguk Wali Nanggroe Aceh di Penang
Dana Jurnalisme untuk Siapa? Jangan Lupakan Puluhan Ribu Media Belum Terverifikasi Dewan Pers
Presiden Akui Polri, Menurunkan Kahutla dari 500.000 jadi 7.000 Hektar
Marlina Usman Hadiri Pembukaan KKI 2026 di Jakarta, Ajak UMKM Aceh Berdaya Bersama
Dittipidter Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Internasional Penyelundupan Emas Hasil Tambang Ilegal ke Dubai
NYAWA TAK ADA CADANGAN!” Agus Flores Instruksikan Wartawan Fast Respon Se-Indonesia Kawal Edukasi Tertib Lalu Lintas
Jadi Role Model Nasional Layanan Transportasi Publik Gratis, Mualem Raih Transportasi Indonesia Award 2026
Bahas Pemulihan Sawah dan Kebun dengan Mentan, Gubernur Mualem: Kami Butuh Dukungan Pak Menteri

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 13:44 WIB

PKTD Desa Kebun Tanah Terban Bergerak: Bersihkan Parit dan Saluran Air, Cegah Risiko Banjir

Rabu, 9 September 2026 - 09:50 WIB

Wabup Aceh Tamiang Buka Suara soal HGU PT Seumadam, Warga Sekumur Desak Lahan untuk Huntap

Jumat, 4 September 2026 - 14:57 WIB

112 Sertipikat Elektronik PTSL Diserahkan kepada Warga Lubuk Damar, Kepastian Hukum Hak Atas Tanah Diperkuat

Jumat, 4 September 2026 - 14:41 WIB

112 Electronic PTSL Land Certificates Handed Over to Lubuk Damar Residents, Strengthening Legal Certainty of Land Ownership

Rabu, 2 September 2026 - 18:08 WIB

Di Tengah Jalan yang Tertimbun Longsor, Kepedulian Hadir: KITA BISA, SALAM SETARA dan RELAWAN GESIT Salurkan 3 Depot Air Siap Minum

Rabu, 2 September 2026 - 12:17 WIB

Peringati Hari Lahir Kejaksaan ke-81, Enam Nadzir Terima Sertipikat Tanah Wakaf di Aceh Tamiang

Rabu, 2 September 2026 - 12:09 WIB

Aceh Tamiang Marks 81st Anniversary of the Indonesian Prosecutor’s Office with Symbolic Presentation of Waqf Land Certificates to Six Nadzir

Selasa, 1 September 2026 - 14:23 WIB

DPC BAI Aceh Tamiang Silaturahmi dengan DPMKPPKB, Bahas Penguatan Posbankum hingga ke Tingkat Desa

Berita Terbaru