Aceh Tamiang, Indonesia – Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Arm. Raden Subhi Fitra Jaya, S.Sos., M.M., didampingi Kasdim Mayor CPM Lili Fitriadi dan Pasi Intel Kapten Inf. Nunuk Rukmana menerima audiensi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Badan Advokasi Indonesia (BAI) Aceh Tamiang yang terdiri dari Ketua Syamsul, Sekretaris SIP Simanjuntak, Bendahara Muhammad Zulzain, S.E., Kabid Investigasi Juliardi, serta Kabid Ekonomi dan Kerakyatan Eko Waluya. Audiensi tersebut dilaksanakan dalam rangka mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi antar lembaga guna membantu masyarakat pascabencana banjir hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (9/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Markas Kodim 0117/Aceh Tamiang tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan. Audiensi ini menjadi momentum penting untuk membangun koordinasi yang lebih erat dalam mendukung upaya pemulihan masyarakat terdampak banjir, baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun kemanusiaan.
Dalam kesempatan tersebut, Syamsul DPC BAI Aceh Tamiang menyampaikan apresiasi atas peran aktif jajaran TNI, khususnya Kodim 0117/Aceh Tamiang, yang selama masa tanggap darurat hingga pemulihan pasca banjir terus hadir membantu masyarakat melalui berbagai kegiatan kemanusiaan dan gotong royong.
Ketua DPC BAI Aceh Tamiang menyampaikan bahwa organisasi yang dipimpinnya siap bersinergi dengan Kodim 0117/Aceh Tamiang dalam berbagai program sosial dan advokasi yang bertujuan membantu masyarakat terdampak bencana.
“Kami berharap terjalin kerja sama yang baik antara DPC BAI Aceh Tamiang dan Kodim 0117/Aceh Tamiang, terutama dalam mendukung pemulihan masyarakat pasca banjir hidrometeorologi, termasuk mendorong percepatan berbagai bantuan yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Dandim 0117/Aceh Tamiang menyambut baik audiensi tersebut dan menegaskan pentingnya kolaborasi antara unsur TNI, organisasi masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.
“Keberhasilan proses pemulihan pasca banjir tidak hanya bergantung pada pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat melalui semangat gotong royong dan kepedulian sosial serta saling menjaga dan memberikan informasi yang jelas dan bijaksana kepada masyarakat,” ujar Dandim dengan penuh semangat.
Dalam dialog yang berlangsung, kedua pihak turut membahas berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat terdampak banjir, termasuk kebutuhan pemulihan ekonomi, bantuan sosial, perbaikan sarana dan prasarana, serta pentingnya transparansi dan koordinasi dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Audiensi diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjaga komunikasi dan memperkuat kerja sama dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, sehingga upaya pemulihan pasca bencana banjir hidrometeorologi di Aceh Tamiang dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut juga ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus mengabdi kepada masyarakat serta mendukung pembangunan daerah yang tangguh terhadap bencana.
(Saut Simanjuntak)






























