Benarkah untuk Rakyat? Menelisik Dana Darurat Rp12,26 Miliar Pemkot Lhokseumawe

Fadly P.B

- Redaksi

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:30 WIB

5051 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi AI

Foto: Ilustrasi AI

Lhokseumawe – Pemerintah Kota Lhokseumawe mengambil langkah berani dalam menyusun postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) 2026. Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) setempat kedapatan mengalokasikan dana fantastis sebesar Rp12,26 miliar untuk pos Belanja Tidak Terduga (BTT). Angka ini melonjak tajam dibandingkan tahun lalu yang sempat membuat kas daerah kewalahan.

‎Berdasarkan data pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) LKPP, dana dengan kode RUP 43487249 ini masuk dalam kegiatan Penunjang Urusan Kewenangan Pengelolaan Keuangan Daerah. Meski berlabel “Tidak Terduga”, angka Rp12.260.385.800 tersebut kini menjadi sorotan publik lantaran ketiadaan rincian alokasi yang transparan.

‎Kepala BPKD Kota Lhokseumawe, Teguh Heriyanto, membenarkan pengalokasian dana jumbo tersebut. Ia berdalih, lonjakan ini merupakan pelajaran berharga dari tahun sebelumnya. Pada 2025, kata Teguh, alokasi BTT yang berada di bawah Rp1 miliar sempat membuat pemerintah daerah kelimpungan saat harus merespons situasi kedaruratan.

‎” Pertimbangannya kita tahun lalu BTT cuma di bawah Rp 1 miliar, sehingga pada saat ada situasi darurat seperti bencana, pemerintah kesulitan dalam menangani pembiayaan tanggap darurat,” ujar Teguh melalui pesan singkat, seperti dilansir dari Modusaceh.co Senin, 29 Juni 2026.

‎Menurut Teguh, aturan main penganggaran BTT memang mewajibkan pemerintah daerah mengalokasikan setidaknya 0,5 persen dari total APBK. Namun, ia menekankan bahwa pemerintah daerah memiliki keleluasaan untuk menganggarkan lebih dari batas minimal tersebut demi alasan mitigasi.

Menanti Transparansi Penggunaan

‎Secara teoritis, dana BTT memang diperuntukkan bagi kondisi yang tidak dapat diprediksi sebelumnya mulai dari penanganan bencana alam, kejadian luar biasa seperti wabah penyakit, hingga kebutuhan mendesak lain yang memerlukan intervensi cepat pemerintah.

‎Namun, besarnya anggaran yang mencapai dua digit miliar ini menimbulkan tanda tanya mengenai mekanisme pertanggungjawabannya. Hingga saat ini, BPKD Lhokseumawe belum membeberkan detail porsi alokasi dana tersebut.

‎Belum jelas berapa bagian yang disiapkan untuk kebencanaan, penanganan wabah, maupun pos “kebutuhan mendesak” lainnya yang kerap menjadi celah bagi penggunaan anggaran yang bersifat diskresioner.

‎Ketidakterbukaan rincian ini berisiko memicu spekulasi. Dalam praktik tata kelola keuangan negara, pos BTT sering kali menjadi titik rawan penyimpangan jika tidak dikelola dengan akuntabilitas yang ketat. Tanpa transparansi mengenai kriteria dan limitasi penggunaan, dana yang sejatinya untuk menyelamatkan rakyat dalam kondisi darurat, bisa jadi justru menjadi “cek kosong” bagi penguasa daerah.

‎Kini, publik Lhokseumawe hanya bisa menanti: akankah dana Rp12,26 miliar ini benar-benar menjadi jaring pengaman saat krisis datang, atau justru menguap tanpa jejak sebelum kondisi darurat yang sesungguhnya terjadi?

Berita Terkait

‎Sinergi Kacabdin, Kepsek, Komite, dan Masyarakat: Revitalisasi SMAN 1 Tanah Pasir Demi Pendidikan Berkualitas
Dongkrak Ekonomi Rakyat, Jamaluddin Idham Salurkan 3,7 Juta Bibit Ikan untuk Pembudidaya di Aceh
Memasuki Babak Baru, BGN Bakal Sidak Dapur SPPG Gampong Ude Aceh Utara?, Surat Perintah Sedang Berproses
Kualasimpang Syar’iyah Court Warmly Welcomes Courtesy Visit from DPC BAI Aceh Tamiang
PW FAST RESPON DPW ACEH Officially Extends Greetings on the 80th Bhayangkara Day
LIN Aceh Endus Aroma Pelanggaran di Proyek Revitalisasi Miliaran SMAN 1 Tanah Pasir
‎Sentuhan Kasih di HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Tanah Luas Salurkan Bansos untuk Warga Prasejahtera dan Lansia
Duduk Perkara Koperasi Merah Putih di Simpang Kramat: Geuchik BR Bantah Tudingan Penipuan
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 02:25 WIB

Sekda Aceh Apresiasi Universitas Almuslim, Tegaskan Mahasiswa Berorganisasi Tetap Bisa Berprestasi

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:50 WIB

Sidak RSUD dr. Fauziah Bireuen, Sekda Aceh Pastikan Pasien Katastropik Ditanggung JKA Tanpa Batas Desil

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:39 WIB

Wagub Aceh Silaturrahmi dengan Abu Paya Pasi, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara

Minggu, 19 April 2026 - 00:49 WIB

DWP Aceh Salurkan Bantuan bagi Keluarga ASN Terdampak Bencana

Kamis, 19 Maret 2026 - 01:44 WIB

Kak Na: Selamat Lebaran Anak-anak Bunda Semua

Minggu, 15 Februari 2026 - 17:50 WIB

Bantuan Darurat NGO Nasional Mengalir ke Aceh Pascabanjir Bandang, Abu Salam Pastikan Distribusi Transparan

Rabu, 26 Maret 2025 - 19:41 WIB

Kapolda Aceh Tinjau Pos Pengamanan Lebaran Di Bireuen

Kamis, 13 Maret 2025 - 13:09 WIB

Safari Ramadhan Ke Mesjid Besar Peusangan Bireun, Wagub Serahkan

Berita Terbaru