Skandal Jadup Banjir di Sawang: Dana Warga Diduga Disunat, Wartawan Dicaci-Maki, YARA Minta APH Usut Tuntas

Fadly P.B

- Redaksi

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:50 WIB

50225 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ibnu Sina, Ketua YARA Lhokseumawe

Foto: Ibnu Sina, Ketua YARA Lhokseumawe

‎‎Lhokseumawe – Kabar tak sedap datang dari Gampong Teungoh, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Dugaan praktik pemotongan dana Jaminan Hidup (Jadup) bagi korban banjir memicu kegaduhan. Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Lhokseumawe-Aceh Utara, mendesak aparat penegak hukum (APH) tidak berpangku tangan meski belum ada laporan resmi dari para korban.

‎Ketua YARA Lhokseumawe-Aceh Utara, Ibnu Sina.Sp.CPLA., menilai APH memiliki kewenangan untuk melakukan penyelidikan awal atas informasi yang telah menjadi konsumsi publik. Ia menekankan bahwa keengganan warga untuk melapor sering kali dipicu oleh rasa takut akan intimidasi atau tekanan sosial di tingkat gampong.

‎” APH jangan berdiam diri hanya karena tidak ada pengaduan langsung. Kami memahami kondisi di lapangan; korban sering merasa terintimidasi. YARA berkomitmen penuh memberikan pendampingan hukum bagi warga yang berani melapor,” tegas Ibnu Sina saat dikonfirmasi, Selasa, 7 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Modus “Administrasi” dan “Solidaritas”

‎Berdasarkan informasi yang dihimpun, praktik dugaan pemotongan ini tergolong sistematis. Warga yang menerima bantuan Jadup banjir dilaporkan mengalami pemotongan sebesar Rp1 juta. Modusnya pun beragam: Rp300 ribu disebut sebagai biaya administrasi, sementara Rp700 ribu sisanya diklaim untuk dibagikan kepada warga yang tidak menerima bantuan.

‎Geuchik Gampong Teungoh, saat dikonfirmasi, menegaskan iya tidak pernah memberikan izin atau instruksi terkait pengutipan tersebut. Ia justru menyebut bahwa praktik itu dilakukan oleh oknum Sekretaris Desa (Sekdes) dan pihak Tuha Peuet (lembaga legislatif gampong).

Kontroversi Tuha Peuet

‎Upaya klarifikasi oleh awak media terhadap pihak-pihak terkait justru berujung pada insiden tidak elok. Diduga, oknum anggota Tuha Peuet melontarkan cacian kepada wartawan yang mencoba melakukan konfirmasi atas temuan di lapangan.

‎Ibnu Sina menyayangkan sikap defensif dan arogan tersebut. Ia sempat berkomunikasi dengan wartawan yang menjadi korban caci maki. Menurut penuturan Ibnu, oknum Tuha Peuet tersebut sempat mengelak saat dimintai keterangan.

‎” Dia mengaku bukan dirinya yang mencaci maki. Namun, saat ditelepon di hari kejadian, nomor dan ponsel yang digunakan adalah miliknya. Jika bukan dia, lalu siapa? Jangan hanya berkilah,” ujar Ibnu dengan nada tajam.

‎Ibnu Sina, menegaskan bahwa pihaknya tidak sekadar berasumsi. Ia mengungkapkan bahwa YARA telah memegang bukti rekaman percakapan yang menguatkan keterlibatan oknum tersebut dalam tindak intimidasi verbal terhadap awak media yang sedang menjalankan tugas konfirmasi.

‎Menurut Ibnu, upaya pengelakan tersebut kian memperkuat dugaan adanya praktik yang tidak transparan di tingkat gampong.

‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak inspektorat maupun kepolisian setempat terkait tindak lanjut atas temuan ini. Publik kini menanti langkah konkret APH dalam mengusut tuntas dugaan penyimpangan bantuan sosial yang seharusnya menjadi hak mutlak masyarakat terdampak bencana.

Berita Terkait

DPC BAI Aceh Tamiang Silahturahmi ke Bagian Hukum Pemkab: Bahas Penguatan Posbankum dan Kapasitas Paralegal 
DPC BAI Aceh Tamiang Pays Courtesy Visit to Regency Legal Affairs Division, Discusses Strengthening Posbankum and Paralegal Capacity
DPC BAI Aceh Tamiang Dampingi Penyelesaian Konflik SMPN 2 Kejuruan Muda, Berujung Damai dan Temukan Solusi Pendidikan bagi Tiara
DPC BAI Aceh Tamiang Assists in Resolving SMPN 2 Kejuruan Muda Conflict, Reaches Peaceful Settlement and Secures Educational Solution for Tiara
Pascabencana Banjir, DPC BAI, DPD SWI dan Da’i Aceh Tamiang Dorong Kemajuan Olahraga dan Pemilihan Ketua KONI yang Berintegritas
Post-Flood Recovery, DPC BAI, DPD SWI and Da’i Aceh Tamiang Call for Sports Advancement and an Integrity-Driven KONI Election
DPC BAI Aceh Tamiang Apresiasi Bantuan Fasum Rp100 Juta dari PT STS, GBK dan Al-Bina untuk Masjid Al Ghofur di Dusun Lubuk Sukun
DPC BAI Aceh Tamiang Applauds Rp100 Million Public Facility Assistance from PT STS, GBK and Al-Bina for Al Ghofur Mosque in Lubuk Sukun

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Warga Gampong Pedalaman HTI Ranto Naru Rayakan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Keuchik Tampor Boor Hadir Untuk Lansia, 15 KK Sembako Tersalurkan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Pemerintah Gampong Tampur Boor Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Pasca Banjir, Bandang 2025, Lalu Warga Rantau Panjang Gotong-Royong Bersihkan Jalan Pemukiman Rumah Warga

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Kapolsek Peurlak Timur Hadiri Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, 1448 H

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Warga Batu Sumbang Antusias Peringati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:11 WIB

Kapolsek Simpang Jernih Hadir Di Tengah Masyarakat Dalam Momen Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Gampong Pante Kera

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:14 WIB

DPC BAI Aceh Tamiang Silahturahmi ke Bagian Hukum Pemkab: Bahas Penguatan Posbankum dan Kapasitas Paralegal 

Berita Terbaru