Aceh Tamiang – Di tengah upaya masyarakat Aceh Tamiang bangkit dari dampak bencana banjir hidrometeorologi yang menyisakan duka mendalam, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) Aceh Tamiang menggelar rapat konsolidasi sebagai langkah strategis memperkuat kapasitas organisasi dan meningkatkan profesionalisme insan pers.
Rapat yang berlangsung di Caffe Kembar Karang Baru Aceh Tamiang pada Jumat (10/7/2026) berlangsung dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab, juga memusatkan perhatian pada persiapan Pra Uji Kompetensi Wartawan (Pra UKW) sebagai bekal bagi para jurnalis untuk menghadapi UKW secara lebih matang. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen SWI Aceh Tamiang dalam melahirkan wartawan yang kompeten, berintegritas, serta mampu menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik.

Dalam suasana diskusi yang hangat, para peserta menegaskan bahwa profesionalisme jurnalistik merupakan fondasi utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya penyebaran berita yang belum tentu benar, wartawan dituntut untuk tetap berpegang teguh pada kode etik jurnalistik, melakukan verifikasi, serta menyampaikan fakta secara objektif.
Selain membahas peningkatan kompetensi wartawan, rapat konsolidasi juga menyoroti berbagai isu strategis yang berkembang di Aceh Tamiang pasca bencana banjir hidrometeorologi. Mulai dari proses pemulihan kehidupan masyarakat, pembangunan kembali infrastruktur yang rusak, penyaluran bantuan, hingga pengawasan terhadap berbagai program rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi perhatian serius seluruh peserta rapat.
Ketua DPD SWI Aceh Tamiang Hendriko Lubis menegaskan bahwa media memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengawal proses pemulihan daerah melalui pemberitaan yang konstruktif, edukatif, dan solutif. Pers bukan hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga jembatan antara masyarakat dengan pemerintah, sekaligus mitra dalam mendorong transparansi, akuntabilitas, dan percepatan pemulihan pascabencana.
Rapat konsolidasi ini juga menghasilkan komitmen bersama agar seluruh anggota SWI Aceh Tamiang terus meningkatkan kualitas karya jurnalistik, memperkuat solidaritas organisasi, serta menjadi garda terdepan dalam menyuarakan aspirasi masyarakat dengan menjunjung tinggi independensi dan etika profesi.
“Pers yang profesional adalah cahaya di tengah gelapnya krisis. Melalui berita yang benar, jurnalis mampu menghadirkan harapan, menggerakkan kepedulian, dan menjadi bagian penting dalam membangun kembali Aceh Tamiang yang lebih kuat, tangguh, dan bermartabat,” ujar Hendriko.
Dengan terselenggaranya rapat ini, DPD SWI Aceh Tamiang berharap seluruh insan pers semakin siap menghadapi tantangan dunia jurnalistik modern, sukses mengikuti UKW, serta terus menjadi mitra strategis dalam mengawal pembangunan dan kebangkitan Aceh Tamiang pasca bencana hidrometeorologi.
(Saut Simanjuntak)






























