NAGAN RAYA — Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Barat, Provinsi Aceh, dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 11 November 2026.
Sejumlah persiapan mulai dimatangkan, terutama terkait pengamanan kepala negara dan kesiapan agenda penyambutan yang melibatkan ribuan masyarakat.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi pada Kamis malam, 5 November 2026, yang dihadiri Danrem 012/Teuku Umar, Bupati Aceh Barat, Bupati Nagan Raya, Kapolres dari kedua kabupaten, Rektor Universitas Teuku Umar (UTU), serta sejumlah unsur terkait.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Theacehpost.com pada Sabtu (7/11/2026), Presiden Prabowo direncanakan mendarat di Bandara Cut Nyak Dhien, Kabupaten Nagan Raya.
Dari titik tersebut, Presiden dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda strategis dan seremonial selama kunjungan di wilayah pesisir barat Aceh.
Bendera Merah Putih 24 Kilometer Jadi Sorotan
Salah satu agenda yang disiapkan adalah pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 24 kilometer, melibatkan ribuan warga. Kegiatan ini ditargetkan mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Bendera raksasa tersebut direncanakan membentang dari Bandara Cut Nyak Dhien hingga Masjid Baitul A’la yang dikenal sebagai Masjid Giok di Nagan Raya.
Agenda ini menjadi salah satu rangkaian yang menonjol dalam rencana kunjungan Presiden. Namun, keberhasilan pelaksanaannya tidak hanya ditentukan oleh panjang bentangan bendera dan jumlah peserta,
Melainkan juga koordinasi lintas instansi, kesiapan jalur, keselamatan masyarakat, serta kelancaran mobilitas di sepanjang lokasi kegiatan.
Selain menghadiri pembentangan bendera Merah Putih, Presiden Prabowo dijadwalkan mengunjungi sekaligus meresmikan Masjid Giok. Kepala negara juga direncanakan bertandang ke Universitas Teuku Umar di Kabupaten Aceh Barat.
Lebih dari 2.000 Personel Gabungan Disiapkan
Dari sisi keamanan, lebih dari 2.000 personel gabungan disebut disiapkan untuk mengamankan kedatangan Presiden beserta seluruh rangkaian kegiatan selama berada di Nagan Raya.
Kesiapan pengamanan menjadi aspek penting dalam kunjungan kepala negara, mengingat agenda tersebut melibatkan sejumlah lokasi, pergerakan rombongan Presiden, serta partisipasi masyarakat dalam jumlah besar.
Koordinasi antara unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan pihak terkait diperlukan untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana, dengan tetap mengutamakan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat.
Kunjungan ini juga menjadi momentum bagi Nagan Raya dan Aceh Barat untuk menunjukkan kesiapan daerah dalam menyelenggarakan kegiatan berskala nasional.
Kendati demikian, seluruh agenda tersebut masih merujuk pada jadwal dan rencana yang dihimpun menjelang pelaksanaan.
Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi mengenai jadwal kegiatan, pengaturan lalu lintas, serta ketentuan pengamanan yang nantinya diumumkan oleh pihak berwenang.
{Jurnalis Agus Suriadi}































