ACEH TAMIANG – Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh menyalurkan bantuan sosial (bansos) untuk Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada masyarakat Aceh Tamiang yang terdampak bencana hidrometeorologi tahun 2025. Bantuan ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam mendorong pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana banjir yang telah melumpuhkan berbagai aktivitas usaha dan sumber penghidupan warga.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Kepala Dinas Sosial Aceh melalui Safwan, S.Ag., M.M., selaku PPTK Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Aceh, kepada Bupati Aceh Tamiang melalui Plt. Kepala Dinas Sosial Aceh Tamiang, Ahmad Yani, S.STP., M.Si. Kegiatan berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Aceh Tamiang, Rabu (4/11/2026).
Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut Asisten Administrasi dan Keuangan, Ir. M. Zein, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin, Ilham Ageng Pranata, S.T. serta Anggota Komisi III DPRK Aceh Tamiang, Muazzin. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan legislatif tersebut menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memastikan program bantuan sosial menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Adapun bantuan yang disalurkan mencakup berbagai jenis usaha produktif, di antaranya perlengkapan usaha menjahit, usaha kuliner, usaha kue, usaha kios, hingga usaha doorsmeer. Beragam bantuan tersebut dirancang untuk membantu masyarakat membangun kembali kegiatan ekonomi yang sempat terhenti akibat bencana, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi keluarga penerima manfaat.
Program bantuan ini diharapkan tidak sekadar menjadi bantuan sesaat, melainkan stimulan untuk membangkitkan semangat berusaha, memperkuat kemandirian ekonomi, serta meningkatkan pendapatan keluarga. Dengan dukungan peralatan dan sarana usaha, masyarakat diharapkan mampu kembali produktif, mengembangkan usaha secara berkelanjutan, dan secara bertahap melepaskan diri dari ketergantungan terhadap bantuan sosial.
Penyaluran bansos Usaha Ekonomi Produktif ini menjadi bagian penting dari upaya pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang. Sebab, keberhasilan pemulihan tidak hanya diukur dari pembangunan kembali rumah dan fasilitas umum, tetapi juga dari bangkitnya ekonomi masyarakat. Bantuan yang tepat sasaran, disertai pendampingan dan pengawasan berkelanjutan, diharapkan mampu mengubah dampak bencana menjadi momentum kebangkitan ekonomi dan harapan baru bagi masyarakat Aceh Tamiang.
(SIP Simanjuntak)






























