Transformasi TPS 3R Ciracas: Dari Pengelolaan Sampah Jadi Produksi Pupuk Organik Murah untuk Ketahanan Pangan

ABDIANSYAH,SST

- Redaksi

Kamis, 13 November 2025 - 11:18 WIB

5094 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 5 Oktober 2025 — Warga RW 09 Ciracas, Jakarta Timur, bersama Koalisi Persampahan Nasional dan Baintelkam Polri menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Transformasi TPS 3R: Dari Pengelolaan Sampah Menuju Unit Produksi Pupuk Organik Murah untuk Mendukung Ketahanan Pangan”, bertempat di Sekretariat Karang Taruna RW 09 Kelurahan Ciracas, pada Jumat (03/10) sore.

Kegiatan ini bertujuan mengubah cara pandang masyarakat terhadap Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R), agar tidak hanya berfungsi sebagai lokasi pengumpulan sampah, tetapi juga menjadi pusat inovasi lingkungan dan ekonomi lokal. Melalui transformasi ini, TPS 3R diharapkan mampu menghasilkan pupuk organik murah dan berkualitas untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Ketua RW 09 Ciracas Triyanto, dalam sambutannya menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam mengelola sampah. Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup warga.

Dalam sesi paparan, AKBP M. Zaldi, S.E., Kanit Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Baintelkam Polri, menjelaskan peran strategis Polri dalam memastikan program lingkungan berjalan sesuai regulasi. Ia menegaskan bahwa TPS 3R dapat menjadi embrio ekonomi lokal jika dikelola dengan benar. “Ketika warga memanfaatkan pupuk organik hasil TPS 3R untuk menanam sayur dan buah, mereka sedang membangun benteng pangan di tingkat komunitas,” ujarnya.

Sementara itu, Bagong Suyoto, Ketua Koalisi Persampahan Nasional, memaparkan konsep detail transformasi TPS 3R menjadi unit produksi pupuk organik murah. Ia mencontohkan, setiap rumah tangga di RW 09 menghasilkan sekitar 0,5–1 kg sampah organik per hari. Jika dikelola baik, dapat menghasilkan puluhan kilogram pupuk kompos tiap minggu. “Sampah yang kita buang setiap hari sesungguhnya mengandung energi kehidupan. Ketika kita olah menjadi pupuk, kita sedang menanam harapan bagi masa depan pangan bangsa,” katanya.

Rusdi Legowo, aktivis lingkungan, menambahkan penjelasan praktis mengenai teknik pengomposan sederhana, mulai dari pemisahan sampah organik hingga proses fermentasi menggunakan bahan alami. Ia menyebut, penggunaan pupuk organik secara konsisten bisa meningkatkan hasil panen 20–30 persen, khususnya pada tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, dan bayam.

Usai sesi diskusi, warga mengikuti praktik langsung pemanfaatan pupuk organik hasil TPS 3R, termasuk cara penggunaan yang tepat di lahan dan pot tanaman.

Sebagai tindak lanjut, disepakati pembentukan Kelompok Pengelola TPS 3R RW 09, yang akan mendapat pelatihan lanjutan bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Ketahanan Pangan. Kelompok ini juga akan mengembangkan pemasaran pupuk organik melalui koperasi lingkungan serta membuat label dan sertifikasi sederhana untuk menjaga mutu produk.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antara warga, pengurus RW, dan narasumber untuk menjadikan TPS 3R RW 09 Ciracas sebagai model pengelolaan sampah produktif berbasis ketahanan pangan.

Melalui kolaborasi ini, warga Ciracas diharapkan mampu menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya urusan kebersihan, tetapi juga jalan menuju kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan berkelanjutan.

Berita Terkait

DPC BAI Aceh Tamiang Apresiasi Relawan Human Initiative Japan atas Kepedulian bagi Masyarakat Terdampak Bencana
DPC BAI Aceh Tamiang Appreciates Human Initiative Japan Volunteers for Their Care and Support to Disaster-Affected Communities
UU Polri Baru Disahkan Presiden Prabowo, Agus Flores: Angin Segar Menuju Korps Bhayangkara yang Modern Dan Humanis
Revisi UUPA, Sekda Nasir: Instrumen Penting Mengatasi Kemiskinan dan Pengangguran
SEKDA NASIR RAIH ANUGERAH SMSI SEBAGAI TOKOH INSPIRATIF NASIONAL 2026
Aceh Tamiang District Prosecutor’s Office Receives Courtesy Visit from BAI Aceh Tamiang, Building New Hope for the Community
Raker Komisi III DPR RI: Wakapolri Apresiasi Pengesahan RUU Polri, Janji Tingkatkan Profesionalisme
Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:13 WIB

Kapolres Lhokseumawe Pimpin Sertijab Wakapolres dan Kabaglog Serta 5 Kapolsek

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:13 WIB

Bank Aceh Juara Turnamen Voli Legend Bhayangkara Cup 2026, Kapolres Lhokseumawe Serahkan Langsung Trofi Kemenangan.

Senin, 15 Juni 2026 - 22:29 WIB

‎”Kagura” Dibalik Aroma Limbah, Dapur MBG Buket Rata Belum Kantongi SLHS?

Senin, 15 Juni 2026 - 15:48 WIB

Aroma Limbah Menyengat dari Dapur MBG di Buket Rata: Antara Gizi dan Sanitasi?

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:31 WIB

Kapolres Lhokseumawe Suntik Semangat Atlet Karate, Targetkan Dua Medali Emas di Piala Kapolri 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:17 WIB

DWP Aceh Salurkan Bantuan untuk Puluhan Lansia Korban Kebakaran

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:47 WIB

Ketua DPC Gerindra Lhokseumawe Gelar Qurban untuk Kader dan Masyarakat, Perkuat Semangat Kebersamaan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:54 WIB

‎5 Pertanyaan Krusial Dibalas Bungkam, RSU Bunda Malah Titip Bantahan ke Oknum Wartawan

Berita Terbaru