Jurnalis Aceh Barat Antarkan Bantuan Kemanusiaan

AGUS SURIADI

- Redaksi

Minggu, 11 Januari 2026 - 15:43 WIB

5037 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tengah | Jurnalis Aceh Barat (JAB) mengantarkan bantuan kepada rekan terdampak bencana alam banjir bandang dan longsor ke Aceh Tengah.

Rombongan JAB bergerak dari Meulaboh Sabtu (10/1/2026) siang. Di tengah perjalanan juga menjumpai dua jurnalis yang terdampak bencana di Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya.

“Kami disinu butuh hunian sementara, maupun hunian tetap. kepastian sumber ekonomi juga untuk menghidupi keluarga kami,” ujar Samsuardi, saat menerima buah tangan dari JAB.

Selanjutnya rombongan JAB ke Aceh Tengah membawa buah tangan untuk teman-teman wartawan. Diawali dengan sesi silaturrahmi dan penyerahan beberapa karung beras kepada rekan seperjuangan.

Ketua JAB Khaidir Azhar, menyampaikan bahwa yang dibawa itu hanya buah tanggan peduli bencana untuk rekan seprofesi

“Ini adalah buah tangan dari teman jurnalis di Aceh Barat. Tujuan kami kemari memperkuat silaturrahmi melihat secara rill kondisi jurnalis/ wartawan di Aceh Tengah dan Bener Meriah,” ujarnya.

Paling miris, ketika mendengar ada dari rekan-rekan wartawan yang mendapat preasur dalam pemberitaan. Intimidasi dari berbagai pihak dalam menentukan arah penayangan berita liputan.

“Kita harus tetap semangat teman-teman semua, suara jurnalis/ wartawan juga harus didengar. Kita pekerja sosial untuk masyarakat, tapi pemerintah jangan abai kepada hak yang melekat pada seorang jurnalis,” tegasnya.

Dalam diskusi ini, para wartawan saling berbagi pengalaman, menceritakan kehidupan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor.

“Kami seperti hidup di dunia lain, harga minyak saja sampai Rp100 ribu per liter. Tapi kami tetap berkarya, meliput dan memberitakan kondisi masyarakat kami di sini,” ujar Jurnalis, perwakilan dari wartawan di Aceh Tengah.

Profesi wartawan pascabencana seakan fakum. Bukan mereka tidak berkerja, tapi akses komunikasi yang terputus dan isolasi medan jalan dalam daerah menghambat semua aktivitas jurnalistik.

Pewarta: Fadly P.B

Berita Terkait

Miris! Bukannya Ibadah, Sejumlah Pemuda di Aceh Tengah Malah Asyik Main Judi di Bulan Puasa
Rakit Terbalik, Wagub Aceh Fadhlullah Selamat saat Tinjau Lokasi Banjir di Aceh Tengah
Lecehkan Anak di Bawah Umur, Seorang Pria Digelandang Polisi setelah Dilaporkan Ibu Korban
Gebyar Festival Anak Sholeh Meriah Di Desa Burni Bius, Silih Nara
Bupati Haili Yoga Ajak Jamaah Umrah Azzikra Doakan Kemajuan Aceh Tengah di Tanah Suci
Hidupkan Ramadhan KAMMI Daerah Gayo gelar kegiatan berbagi.
Apakah Kami Orang Gayo “Ditinggalkan”

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 09:15 WIB

Gubernur Mualem dan Dubes UEA Bentuk Tim Program Investasi di Aceh

Senin, 27 April 2026 - 21:19 WIB

Gubernur Aceh Muzakir Manaf Hadiri Peluncuran InnoFood 2026: Dorong Petani Berdaya melalui Inovasi

Senin, 27 April 2026 - 07:54 WIB

Generasi Muda Diminta Adaptif dan Kritis Hadapi Tantangan Dunia Pendidikan

Minggu, 26 April 2026 - 00:16 WIB

Sorotan Terhadap Dana SWDKLLJ, Ketua Umum Fast Respon Dorong Transparansi

Sabtu, 25 April 2026 - 18:28 WIB

Analisa Pengacara: Presiden Prabowo Subianto Dinilai Percaya Kapolri Listyo Sigit Prabowo Jaga Stabilitas Nasional

Rabu, 22 April 2026 - 21:11 WIB

Polri Berhasil Bongkar Jaringan Internasional Penjualan Phishing Tools, Kerugian Capai Rp350 Miliar

Selasa, 21 April 2026 - 10:09 WIB

Kiprah Ketum PW-FRN Agus Flores Di Pusaran Polri: Jembatan Komunikasi Masyarakat Dan Penuntas Kasus Tambang Ilegal

Selasa, 21 April 2026 - 10:03 WIB

Darah Bangsawan, Jejak Akabri, Hingga Membangun Jembatan Dan Monumen Di Indonesia latar keluarga Agus Flores Mulai Terkuak Ke Publik.

Berita Terbaru