Misteri Penyusutan Dana JKA: LIN Desak DPRA Panggil Paksa Sekda Aceh Terkait ‘Lenyapnya’ Rp619 Miliar

Fadly P.B

- Redaksi

Kamis, 30 April 2026 - 15:08 WIB

5013 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bukhari Ketua LIN Aceh

Foto: Bukhari Ketua LIN Aceh

‎‎Banda Aceh – Aroma tak sedap tercium dari balik pengelolaan anggaran Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). Lembaga Investigasi Negara (LIN) Provinsi Aceh mencium adanya indikasi “permainan” anggaran yang sistematis setelah terungkapnya fakta bahwa plafon dana kesehatan rakyat tersebut menyusut drastis dari Rp806 miliar menjadi hanya Rp187 miliar.

‎Ketua LIN Aceh, Bukhari, secara terbuka mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk segera memanggil Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA). Bukhari meminta klarifikasi transparan mengenai siapa sosok yang berani “mengutak-atik” anggaran vital tersebut hingga 11 kali perubahan.

Anggaran Rakyat yang Terkikis Habis

‎Dalam keterangannya pada Selasa, 28 April 2026, Bukhari menegaskan bahwa polemik ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan menyangkut nyawa rakyat Aceh. Penyusutan sebesar Rp619 miliar dinilai sebagai langkah yang tidak masuk akal di tengah status Aceh sebagai provinsi dengan angka kemiskinan tertinggi di Sumatra.

‎”Satu-satunya program yang menyentuh langsung rakyat kecil adalah JKA. Jika ini pun berani dikelola secara ugal-ugalan, jangan-jangan anggaran lain juga sudah habis ‘disikat’. Kita harus tahu ke mana uang itu dibawa,” ujar Bukhari dengan nada tegas di Gedung DPRA.

‎Pihak eksekutif sebelumnya sempat berdalih bahwa rasionalisasi anggaran ini mengikuti Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengenai efisiensi. Namun, Bukhari menilai alasan tersebut sangat tidak manusiawi. “Apakah demi efisiensi, rakyat miskin yang sakit harus menunggu mati karena tidak mampu bayar berobat? Ini logika yang keliru,” tambahnya.

11 Kali Perubahan: Siapa yang ‘Bermain’?

‎Berdasarkan data yang terungkap di gedung parlemen, anggaran JKA mengalami pergeseran hingga 11 kali.

‎Bukhari menilai angka perubahan yang begitu masif menunjukkan adanya manajemen anggaran yang karut-marut di bawah kendali Sekda Aceh.

‎Untuk menghindari saling lempar tanggung jawab antara legislatif dan eksekutif, LIN Aceh menuntut DPRA melakukan langkah konkret:

‎Pemanggilan Terbuka: Memanggil Sekda Aceh dan pihak terkait untuk menjelaskan rincian perubahan anggaran di depan publik.

‎Transparansi Alokasi: Menjelaskan secara mendetail kemana selisih anggaran Rp619 miliar tersebut dialihkan.

‎Audit Investigatif: Mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) untuk masuk jika ditemukan unsur niat jahat (mens rea) dalam perubahan anggaran tersebut.

Desakan Tindakan Hukum

‎Bukhari mengingatkan agar DPRA tidak ikut terjebak dalam “sandiwara” politik. Ia menekankan bahwa keberanian DPRA memanggil Sekda adalah ujian integritas bagi para wakil rakyat agar tidak dituduh ikut mencicipi aliran dana tersebut.

‎”Jika ditemukan kejanggalan atau pelanggaran hukum yang menabrak peraturan, APH harus segera bertindak. Jangan ada tebang pilih. Ini menyangkut hak hidup orang banyak yang dikhianati oleh kebijakan yang tidak transparan,” tutupnya.

Berita Terkait

Dukung Abang Samalanga, Elemen Sipil Desak Pergub JKA Segera Dicabut
Janji Manis di Lubang Jalan: Menagih Tanggung Jawab PT PGE di Aceh Utara
Aroma Amis di Tambak Aceh Utara: Jejak Rp7,5 Miliar di Balik SiRUP Yang Senyap
Modal Rp 50 Juta, Geuchik Meunye Tujoh ‘Suntik’ Semangat Petani Lewat Pipa Irigasi
Skandal Yoek Yoek Boh Giri di Aceh Timur: Camat Simpang Jernih Disemprot Pimred Media Nasional!
Punti Geulumpang VII: Saat Amanah Rakyat Berubah Menjadi Keangkuhan, dan Nurani Terkubur di Bawah Beton Rumah Dhuafa
Polemik TKD Bencana: YARA Tuding Kepala Bappeda Aceh “Tertidur Pulas” Saat Aceh Barat Diterjang Banjir
Ironi Matangkuli: Saat Anggaran Desa Dipertanyakan, Camat dan Inspektorat Kompak Bungkam
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 09:15 WIB

Gubernur Mualem dan Dubes UEA Bentuk Tim Program Investasi di Aceh

Senin, 27 April 2026 - 21:19 WIB

Gubernur Aceh Muzakir Manaf Hadiri Peluncuran InnoFood 2026: Dorong Petani Berdaya melalui Inovasi

Senin, 27 April 2026 - 07:54 WIB

Generasi Muda Diminta Adaptif dan Kritis Hadapi Tantangan Dunia Pendidikan

Minggu, 26 April 2026 - 00:16 WIB

Sorotan Terhadap Dana SWDKLLJ, Ketua Umum Fast Respon Dorong Transparansi

Sabtu, 25 April 2026 - 18:28 WIB

Analisa Pengacara: Presiden Prabowo Subianto Dinilai Percaya Kapolri Listyo Sigit Prabowo Jaga Stabilitas Nasional

Rabu, 22 April 2026 - 21:11 WIB

Polri Berhasil Bongkar Jaringan Internasional Penjualan Phishing Tools, Kerugian Capai Rp350 Miliar

Selasa, 21 April 2026 - 10:09 WIB

Kiprah Ketum PW-FRN Agus Flores Di Pusaran Polri: Jembatan Komunikasi Masyarakat Dan Penuntas Kasus Tambang Ilegal

Selasa, 21 April 2026 - 10:03 WIB

Darah Bangsawan, Jejak Akabri, Hingga Membangun Jembatan Dan Monumen Di Indonesia latar keluarga Agus Flores Mulai Terkuak Ke Publik.

Berita Terbaru