Camat Tanah Pasir Bungkam, Skandal Rp 300 Juta Dana Desa Prie Jadi Tanya: Monev Hanya Seremonial?

AGUS SURIADI

- Redaksi

Kamis, 5 Februari 2026 - 14:20 WIB

5081 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara – Sikap diam ditunjukkan oleh Fadli Camat Tanah Pasir, Aceh Utara, terkait skandal dugaan penggelapan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025 di Gampong Prie yang mencapai angka fantastis, lebih dari Rp300 juta. Alih-alih memberikan klarifikasi atau langkah konkret, orang nomor satu di kecamatan tersebut justru memilih bungkam saat dikonfirmasi awak media.

Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp pada Selasa (03/02/2026), Camat Fadli hanya menjawab singkat, “Waalaikumsalam,” tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.

Ironisnya, pertanyaan mendalam yang diajukan wartawan mengenai langkah pengawasan kecamatan terhadap hilangnya sang Geuchik (Kepala Desa) dan dugaan raibnya anggaran desa hanya dibaca, ditandai dengan centang biru yang menyala namun tak berbalas, via telepon pun belum tersambung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fungsi Pengawasan Dipertanyakan?

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2018 tentang Kecamatan, ditetapkan 3 Mei 2018, menegaskan peran strategis Camat dalam membina dan mengawasi penyelenggaraan pemerintahan desa. Camat bertugas mengevaluasi Rancangan Peraturan Desa (RPDes) tentang APBDes, laporan pertanggungjawaban APBDes, serta pengelolaan keuangan/dana desa.

Sikap pasif pihak kecamatan ini menuai kritik tajam, publik kini mulai mempertanyakan efektivitas fungsi Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang seharusnya dilakukan oleh pihak kecamatan. Muncul dugaan kuat bahwa proses pengawasan selama ini hanya bersifat seremonial di atas kertas, tanpa menyentuh fakta di lapangan.

“Jika dana sebesar itu bisa raib dan pembangunan fisik seperti pengaspalan jalan serta bantuan anak yatim tidak terealisasi, ke mana tim Monev Kecamatan selama ini? Apakah hanya datang, foto-foto, lalu pulang tanpa melihat realisasi anggaran?” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya dengan nada geram.

Monev: Formalitas atau Pengawasan Nyata?

Kasus Gampong Prie seolah menjadi tamparan keras bagi sistem birokrasi di Aceh Utara. Bagaimana mungkin anggaran ratusan juta rupiah bisa diduga fiktif, mulai dari sektor ketahanan pangan hingga insentif guru pengajian, namun tidak terdeteksi sejak dini oleh otoritas kecamatan?
Bungkamnya Camat Fadli justru memperkeruh suasana di tengah masyarakat yang sedang menuntut keadilan.

Hal ini juga memicu spekulasi liar mengenai adanya pembiaran atau lemahnya pengawasan struktural terhadap penggunaan dana publik di tingkat desa.

Desakan Audit Investigatif

Diberitakan sebelumnya, Geuchik Gampong Prie, Syamsuddin, dikabarkan telah menghilang selama satu bulan. Sementara Bendahara Desa, M. Ilyas, terkesan “menantang” warga saat ditanya soal transparansi anggaran.

Daftar “dosa” anggaran yang diduga fiktif mencakup:

Pengaspalan Jalan (Tahap 1): Rp140,8 Juta
Ketahanan Pangan: Rp99,7 Juta
Bantuan Anak Yatim & Gaji Tuha Peuet yang tak kunjung dibayarkan.

Mengingat regulasi baru dalam KUHP Baru (UU No. 1 Tahun 2023) yang sudah berlaku per Januari 2026, ancaman pidana bagi pelaku korupsi dana desa kini semakin berat, dengan ancaman hingga 20 tahun penjara atau seumur hidup.

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih menunggu pernyataan resmi dari pihak Kecamatan Tanah Pasir untuk memastikan apakah akan ada audit investigatif segera atau kasus ini akan dibiarkan menguap begitu saja.

Pewarta: Fadly P.B

Berita Terkait

Delapan Abad Samudera Pasai, Rangkaian Milad ke-800 Berakhir Sukses dan Meriah ‎
Wagub Aceh Dek Fadh Serahkan Bantuan Rp. 6,78 Miliar Untuk Aceh Utara
Disporaparekraf Aceh Utara Ajak Masyarakat Meriahkan Gerak Jalan Santai Milad Samudera Pasai ke-800
Karang Taruna Aceh Utara Ajak Pemuda dan Warga Sukseskan Peringatan 800 Tahun Samudera Pasai
Respon Cepat Pohon Tumbang Ganggu Jalan, Satlantas Polres Aceh Utara Langsung Turun Evakuasi
Pasca Banjir Bandang November 2025 Lalu, Harga TBS Di Aceh Utara Tembus Rp2.500 per Kg
Pimred Tribunpasee.com Ucapkan Selamat Hari Jadi Milad Samudra Pasai ke-800
Pimpin Hardikda ke-67, Bupati Aceh Utara Tekankan Penguatan Karakter dan SDM

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 10:17 WIB

Hujan Melanda Simpang Jernih Beberapa Hari Ini, Debit Air Sungai Mulai Naik, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Kamis, 10 September 2026 - 20:51 WIB

Tokoh Pemuka Agama, Dan Masyarakat Simpang Jernih Sambut Hangat Kapolres Aceh Timur Yang Baru

Kamis, 10 September 2026 - 13:52 WIB

Satsamapta Polres Aceh Timur Perkenalkan Byrna SD sebagai Senjata Beladiri

Kamis, 10 September 2026 - 13:45 WIB

Tongkat Komando Polres Aceh Timur Beralih ke AKBP Aris Cai Dwi Susanto

Selasa, 8 September 2026 - 14:12 WIB

Saweu Keude Kopi, Kapolsek Idi Tunong Perkuat Komunikasi dengan Warga

Selasa, 8 September 2026 - 13:57 WIB

Kapolsek Idi Rayeuk Ajak Warga Jauhi Judi Online, Ingatkan Dampaknya bagi Keluarga dan Pekerjaan

Minggu, 6 September 2026 - 01:17 WIB

Polsek Banda Alam Bersama Koramil 18 Perkuat Pencegahan Karhutla

Minggu, 6 September 2026 - 01:00 WIB

Sinergi TNI-Polri, Kapolsek Idi Tunong bersama Danramil Sambangi Warga Perkuat Sinergi

Berita Terbaru