Aceh Utara – Pemerintah Desa (Gampong) Meunye Tujoh, Kecamatan Pirak Timur, Aceh Utara, mulai merealisasikan proyek jaringan pipanisasi irigasi sepanjang 100 meter. Proyek yang bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2026 ini menelan biaya sebesar Rp50 juta.
Langkah ini diambil sebagai upaya strategis pemerintah desa dalam mengatasi kendala distribusi air ke lahan pertanian warga yang selama ini kerap menjadi hambatan utama saat musim tanam tiba.
Dorong Produktivitas Petani
Geuchik (Kepala Desa) Meunye Tujoh, Syahrul Rizal, menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur air ini merupakan aspirasi prioritas warga, mayoritas di antaranya menggantungkan hidup dari sektor agraria.
”Anggaran tersebut murni berasal dari Dana Desa tahun 2026. Kami berharap dengan rampungnya proyek pipanisasi ini, tidak ada lagi kendala bagi masyarakat untuk turun ke sawah tepat waktu,” ujar Syahrul kepada awak media, Sabtu, 25 April 2026.
Menurut Syahrul, pipanisasi sepanjang 100 meter tersebut dirancang untuk memastikan aliran air lebih efisien dan meminimalisir kebocoran dibandingkan saluran tanah konvensional. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan intensitas panen dan kesejahteraan ekonomi petani di Munye Tujoh, Kecamatan Pirak Timur.
Transparansi Dana Desa
Penggunaan anggaran sebesar Rp50.000.000 ini diklaim telah melalui proses musyawarah perencanaan pembangunan desa (Musrenbangdes) yang transparan. Syahrul menegaskan bahwa setiap sen dari Dana Desa harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat, terutama untuk memperkuat ketahanan pangan lokal.
Pembangunan irigasi di wilayah Aceh Utara memang menjadi krusial, mengingat kabupaten ini merupakan salah satu lumbung padi utama di Provinsi Aceh.
hingga berita ini diturunkan, pengerjaan proyek tersebut sedang berlangsung dan dipantau langsung oleh perangkat desa serta tokoh masyarakat setempat guna memastikan kualitas bangunan sesuai dengan spesifikasi teknis yang direncanakan.





























