Dari Ujung Negeri Pedalaman Simpang Jernih, Dayah Budi Darul Aman Merawat Asa Santri Dan Mengokohkan Aswaja

AGUS SURIADI

- Redaksi

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:50 WIB

5086 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simpang jernih — Di tengah kehidupan masyarakat kecamatan Simpang jernih yang terletak di pelosok negeri.ujung aceh timur Kecamatan Simpang jernih, Kabupaten aceh timur, berdiri sebuah lembaga pendidikan Islam yang lahir dari semangat pengabdian, gotong royong, dan cita-cita membina generasi muda agar tumbuh dalam akidah Ahlussunnah wal Jama‘ah. Lembaga itu bernama LPI Budi Darul Aman.

Dayah ini berdiri pada tahun 2022. Sejak awal, kehadirannya tidak hanya dimaksudkan sebagai tempat belajar ilmu agama, tetapi juga sebagai ruang pembinaan akhlak, kedisiplinan, ibadah, dan kemandirian santri. Di atas lahan seluas kurang lebih 2 Hektar 3 rante, Budi Darul Aman tumbuh perlahan melalui dukungan masyarakat dan kepemimpinan Tgk. Asnawi Alumni Dayah Budi Mesja Lamno, atau yang lebih dikenal dengan Tgk. Nawi.

”Bagi masyarakat sekitar, keberadaan dayah ini menjadi harapan baru. Di tengah perubahan zaman dan tantangan pendidikan generasi muda, Budi Darul Aman hadir sebagai lembaga yang mempertahankan tradisi pendidikan dayah salafiyah Aceh. Santri tidak hanya diajarkan membaca Al-Qur’an dan kitab-kitab dasar keislaman, tetapi juga dibiasakan hidup disiplin, beribadah berjamaah, menghormati guru, dan membangun kepedulian sosial,” ungkapnya kepada pimred media tribunpasee.com . Jum’at 12 Juni 2026

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tgk. Asnawi merupakan alumni Dayah Budi Mesja Lamno. Selama kurang lebih 12 tahun, ia menempuh pendidikan dan pengabdian di lembaga dayah tersebut. Pengalaman panjang dalam tradisi pendidikan pesantren itulah yang kemudian menjadi bekal utama dalam mendirikan dan mengembangkan LPI Budi Darul Aman.

Berdirinya dayah ini tidak lahir dari fasilitas besar atau dukungan dana yang melimpah. Sebaliknya, ia tumbuh dari kesederhanaan, keikhlasan, dan kebersamaan masyarakat. Pembangunan awal dimulai dari pendirian gotong royong kebersamaan masyarakat simpang jernih.

Setelah itu, pembangunan berlanjut dengan hadirnya balai pengajian. Balai tersebut kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan dan ibadah santri.

Dari tempat sederhana itulah kegiatan belajar, zikir, shalat berjamaah, dan pembentukan karakter santri mulai dirintis. Bagi dayah ini, keterbatasan fasilitas bukan penghalang untuk memulai pengabdian. Justru dari keterbatasan tersebut, tumbuh semangat kebersamaan antara pimpinan, guru, santri, dan masyarakat.

Didirikan Alumni Dayah Lamno, Dibangun dengan Semangat Kebersamaan
Tgk. Asnawi sebagai alumni Dayah Lamno Aceh jaya, ia membawa semangat pendidikan salafiyah yang kuat dalam mengelola Budi Darul Aman. Tradisi keilmuan dayah, adab kepada guru, pembiasaan ibadah, serta penguatan akidah Ahlussunnah wal Jama‘ah menjadi dasar utama dalam penyelenggaraan pendidikan.

Dayah ini tidak sekadar mengajarkan ilmu secara teoritis. Lebih dari itu, pendidikan diarahkan untuk membentuk pribadi santri yang berakhlak, tekun beribadah, memiliki pemahaman agama yang benar, serta mampu hidup mandiri di tengah masyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam tradisi pendidikan dayah Aceh yang selama ini berperan besar dalam membentuk karakter umat.

Pada masa awal pembangunan, masyarakat sekitar ikut mengambil peran. Mereka membantu sesuai kemampuan masing-masing, baik melalui tenaga, material, maupun dukungan moral. Semangat gotong royong ini menjadi fondasi penting dalam perjalanan Dayah Bud Darul Aman.

Kegiatan tersebut menjadikan Dayah Budi Darul Aman bukan hanya sebagai tempat belajar santri, tetapi juga sebagai pusat pembinaan keagamaan masyarakat. Hubungan antara dayah dan masyarakat dibangun secara dekat. Masyarakat hadir mendukung dayah, sementara dayah hadir memberikan ruang pendidikan, pengajian, dan penguatan nilai-nilai keislaman bagi warga sekitar.

Model seperti ini menunjukkan karakter khas dayah di Aceh. Dayah tidak berdiri terpisah dari masyarakat, melainkan menjadi bagian dari kehidupan sosial dan keagamaan warga. Ia menjadi tempat belajar, tempat bertanya, tempat membina akhlak, dan tempat menjaga tradisi keislaman yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Materi-materi tersebut menjadi dasar penting dalam pendidikan Dayah Budi Darul Aman. Pembelajaran Al-Qur’an dan diberikan sebagai fondasi kemampuan membaca. Tauhid diajarkan untuk memperkuat akidah. Fiqih menjadi bekal santri dalam memahami ibadah dan muamalah. Tasawuf diarahkan untuk membina akhlak dan kebersihan hati. Sementara Nahwu dan Sharaf menjadi perangkat penting dalam memahami teks-teks keislaman berbahasa Arab.

Sementara itu, kegiatan majelis ta‘lim untuk masyarakat umum dilaksanakan secara rutin setiap malam Selasa . Majelis ini menjadi sarana dakwah dan pendidikan bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam memperkuat pemahaman agama dan mempererat hubungan sosial antara dayah dan warga

Pembiasaan ibadah tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter spiritual santri. Melalui kegiatan yang dilakukan secara rutin, santri diharapkan tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ibadah tidak diposisikan sebagai kewajiban formal semata, tetapi sebagai latihan jiwa, kedisiplinan, dan kedekatan kepada Allah.

Nilai kemandirian menjadi salah satu aspek penting dalam pendidikan dayah. Santri tidak hanya dididik untuk mampu membaca kitab atau menghafal pelajaran, tetapi juga dibentuk agar memiliki mental tangguh, siap bekerja, mampu bergaul dengan masyarakat, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, pendidikan dayah tidak hanya melahirkan pribadi yang saleh secara individual, tetapi juga bermanfaat secara sosial.

Meski demikian, identitas utama Dayah Budi Darul Aman tetap bertumpu pada pendidikan Islam berbasis dayah salafiyah. Penguatan akidah Ahlussunnah wal Jama‘ah, pembinaan akhlak, penguasaan dasar-dasar ilmu agama, serta pembiasaan ibadah menjadi ruh utama lembaga ini. Pendidikan formal diposisikan sebagai pelengkap agar santri memiliki bekal lebih luas dalam menghadapi masa depan.

Kini, Dayah Budi Darul Aman terus bergerak membina santri dan masyarakat. Di tengah berbagai tantangan sosial, moral, dan pendidikan, dayah ini hadir sebagai ruang harapan. Harapan untuk melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, disiplin, dan teguh memegang ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama‘ah.

Dari pelosok negeri Simpang Jernih, semangat itu terus dirawat. Sebuah semangat yang lahir dari keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan panjang pengabdian, dan dayah adalah salah satu benteng penting dalam menjaga agama, akhlak, dan masa depan umat.

{Jurnalis Agus Suriadi}

Berita Terkait

Pasca Banjir Bandang Aceh Keuchik Batu Sumbang Rangkul Warga, Bersama Sama Bersihkan Kantor Keuchik Dan Lingkungan
Patroli Dini Hari Personel Satsamapta Polres Aceh Timur Tutup Celah Kejahatan
Kapolsek Banda Alam Ipda Asdy Suhendra Tegaskan Hukuman Bagi Pembakaran Hutan Dan Lahan
Kapolsek Idi Tunong Sosialisasikan Ke Masyarakat Cegah Bahaya Karhutla
Larangan Pembakaran Hutan Dan Lahan, Kapolsek Peurlak Timur Cegah Karhutla
Imbau Masyarakat Tidak Membakar Hutan Dan Lahan, Kapolsek Simpang Jernih Cegah Karhutla
Bantuan Kapolsek Banda Alam untuk Anak Disabilitas, Sebuah Pesan tentang Kepedulian
Kapolsek Banda Alam Salurkan Bantuan Sosial Kepada Anak Penderita Disabilitas Berat Di Desa Panton Rayeuk

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Pasca Banjir Bandang Aceh Keuchik Batu Sumbang Rangkul Warga, Bersama Sama Bersihkan Kantor Keuchik Dan Lingkungan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 01:52 WIB

Patroli Dini Hari Personel Satsamapta Polres Aceh Timur Tutup Celah Kejahatan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:57 WIB

Kapolsek Banda Alam Ipda Asdy Suhendra Tegaskan Hukuman Bagi Pembakaran Hutan Dan Lahan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:25 WIB

Kapolsek Idi Tunong Sosialisasikan Ke Masyarakat Cegah Bahaya Karhutla

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Imbau Masyarakat Tidak Membakar Hutan Dan Lahan, Kapolsek Simpang Jernih Cegah Karhutla

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:00 WIB

Bantuan Kapolsek Banda Alam untuk Anak Disabilitas, Sebuah Pesan tentang Kepedulian

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Kapolsek Banda Alam Salurkan Bantuan Sosial Kepada Anak Penderita Disabilitas Berat Di Desa Panton Rayeuk

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:22 WIB

Jalan Sulit, Sekolah Jauh, Sinyal Terbatas: Potret Perjuangan Warga Pedalaman Simpang Jernih Aceh Timur

Berita Terbaru

BENER MERIAH

Kapolsek Bandar Tegaskan Hukuman Bagi Pembakaran Hutan Dan Lahan

Minggu, 30 Agu 2026 - 11:09 WIB