ACEH TAMIANG — Lima tahun perjalanan KOMANDAN (Komunitas Anak Medan) tidak dirayakan dengan kemeriahan semata. Di tengah momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, komunitas ini memilih menerjemahkan rasa syukur melalui aksi nyata dengan menggelar bakti sosial pada 16–17 Agustus 2026.
Bakti sosial yang dikoordinasikan oleh Divisi Sosial KOMANDAN yang terdiri dari Umar Dhani, M. Yusuf Nasution, Lilik, dan Budi Jo. Kegiatan berlangsung di bawah arahan Ketua Umum KOMANDAN Hendry Wijaya dan Ketua Harian Jumarwan. Dalam pelaksanaannya, KOMANDAN juga mendapat dukungan dari Team Erni Afriani Charity dan Ketua DPC BAI (Badan Advokasi Indonesia) Aceh Tamiang Syamsul yang turut mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan sosial tersebut.

Sebanyak 350 sak beras dengan total berat mencapai 1,5 ton, ditambah 100 kotak susu cream, disalurkan kepada masyarakat di wilayah Aceh Tamiang, yakni, Kampung Tupah, Bukit Rata, dan Bukit Tempurung.
Bantuan tersebut terdiri atas 200 sak beras ukuran 5 kilogram dan 50 sak beras ukuran 10 kilogram, yang kemudian didistribusikan secara merata ke wilayah sasaran.
Bagi KOMANDAN, usia lima tahun bukan sekadar perjalanan waktu. Lima tahun menjadi refleksi tentang bagaimana kebersamaan dapat tumbuh menjadi solidaritas dan akhirnya diwujudkan dalam kepedulian kepada sesama.
Perayaan ulang tahun pun tidak berhenti pada seremoni. KOMANDAN memilih turun langsung, menggerakkan kepedulian dan menghadirkan bantuan yang dapat dirasakan masyarakat.
Pesannya sederhana namun kuat: komunitas yang besar bukan hanya karena jumlah anggotanya, tetapi karena seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat.
Perhatian khusus diberikan kepada masyarakat Aceh Tamiang yang masih menghadapi dampak bencana banjir yang terjadi pada November 2025 yang lalu.
Di tengah proses pemulihan, bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian kecil dari semangat untuk kembali berdiri dan menata kehidupan.
“Kami berharap masyarakat Aceh Tamiang dapat segera pulih dan bangkit kembali dari dampak bencana banjir yang terjadi pada tahun 2025. Semoga masyarakat semakin kuat, kehidupan kembali berjalan normal, serta selalu diberikan kesehatan dan ketabahan dalam menghadapi setiap tantangan.” ujar Ketua KOMANDAN Hendry Wijaya.
KOMANDAN menyadari bahwa bantuan tersebut belum mampu menjawab seluruh kebutuhan masyarakat. Namun, kepedulian tidak harus menunggu menjadi besar. Karena terkadang, satu langkah kecil yang dilakukan bersama dapat menjadi harapan besar bagi mereka yang sedang membutuhkan.
Kolaborasi menjadi kekuatan penting agar bantuan dapat bergerak dari tangan para donatur hingga sampai kepada masyarakat yang menjadi sasaran. Momentum 17 Agustus memiliki makna tersendiri bagi KOMANDAN. Kemerdekaan tidak hanya dipandang sebagai upacara, bendera, dan perayaan. Semangat kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui gotong royong, kepedulian, persaudaraan, dan keberanian untuk hadir di tengah masyarakat.
Melalui bakti sosial tersebut, KOMANDAN menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat hadir dalam bentuk yang sederhana: sekarung beras, sekotak susu, dan tangan-tangan yang mau membantu.
Memasuki usia ke-5, KOMANDAN menegaskan bahwa perjalanan komunitas bukan semata tentang mempertahankan eksistensi.
Lebih dari itu, perjalanan tersebut adalah tentang menjaga persaudaraan, memperkuat solidaritas dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan.
Bukan hanya bertambah usia, tetapi bertambah kepedulian. Bukan sekadar merayakan perjalanan, tetapi meninggalkan jejak kebaikan.
Dari kebersamaan lahir kepedulian. Dari kepedulian lahir aksi. Dan dari aksi nyata, sebuah komunitas dapat benar-benar hadir di tengah masyarakat.
KOMANDAN — Lima Tahun Bersama, Terus Bergerak, Terus Peduli.
(Saut Simanjuntak)




























