Aceh Utara – Grup kesenian tradisional Sinar Pelita Rapai Debus dari Desa Cotdah tampil memukau dalam pertunjukan di Desa Buket Selamat, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara,Minggu malam Senin 14 Juni 2026.
Pertunjukan yang disaksikan ribuan penonton itu berlangsung semarak. Aksi para pemain debus di atas panggung membuat suasana histeris. Atraksi kekebalan tubuh yang menjadi ciri khas debus berhasil memukau warga yang memadati lokasi acara.
Syeh Rusli Sabil, pimpinan Grup Sinar Pelita, menyambut baik antusiasme masyarakat terhadap penampilan malam ini.
“ Kata dia, pihaknya mengharapkan perhatian pemerintah untuk menghidupkan kembali adat seni rapai ini. Karena sekarang sangat kurang perhatian dari Bupati Aceh Utara,” ujarnya di sela acara.
Syeh Rusli berharap kesenian rapai debus yang merupakan warisan budaya Aceh tidak punah. Dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar para seniman muda terus termotivasi melestarikan tradisi leluhur.
Acara ditutup dengan tepuk tangan meriah dari ribuan penonton yang hadir.
Asal usul seni budaya adat Rapai dari Aceh itu erat banget sama masuknya Islam ke tanah Rencong
Lahir bareng penyebaran Islam abad ke-11
Rapai bukan cuma tarian, tapi alat musik pukul khas Aceh yang dimainkan pakai tangan kosong. Menurut kepercayaan masyarakat Aceh, rapai diciptakan oleh Syekh Ahmad bin Rifa’i, pendiri tarekat Rifa’iyyah dari Baghdad. Ada juga versi yang menyebut Syekh Rapi/Syekh Rifa’i yang bawa rapai pas menyebarkan Islam ke Aceh.
Dipakai sejak Kesultanan Aceh Darussalam
Rapai bareng Geundrang dan Serune Kalee udah jadi perangkat musik sejak masa kejayaan Kesultanan Aceh. Pertama kali ditabuh di ibukota kerajaan, Banda Khalifah, sekarang Gampong Pande Banda Aceh. Makanya Gampong Pande masih simpan banyak peninggalan rapai kerajaan.
Fungsi & makna budayanya
Awalnya rapai dipakai buat iringan zikir, syair, dan dakwah Islam. Ditabuh pas lantunan syair Islami biar suasana lebih hidup, semarak, dan numbuhin semangat jamaah. Dari situ berkembang jadi seni pertunjukan. Sekarang rapai dipakai di hampir semua seni tarik suara tradisional Aceh. 364b
Bentuk & jenisnya
Rapai dibuat dari kayu pilihan bentuk bundar, direntangkan kulit sapi/kambing, lalu dikasih lempengan logam biar ada gemerincingnya. Namanya beda-beda tergantung ukuran + cara mainnya. Dari alat musik ini lahir tarian Rapai Geleng, Rapai Pasè, dll. Penarinya sambil menabuh rapai di atas kepala dengan gerakan cepat + dinamis. 364b
Singkatnya: Rapai itu “dakwah yang dibunyikan”. Datang bareng ulama dari Timur Tengah, lalu berbaur jadi identitas budaya Aceh sampai sekarang.






























