Konfirmasi Dugaan Pengutipan Jadup di Gampong Teungoh Sawang: Wartawan Diduga Malah Dapat Makian “Neujak Oex Ma Neuh” Dari Ketua Tuha Peuet

Fadly P.B

- Redaksi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:37 WIB

50154 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi AI

Foto: Ilustrasi AI

‎‎Aceh Utara – Dugaan praktik “potongan liar” terhadap Jaminan Hidup (Jadup) warga miskin mencuat di Gampong Teungoh, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Alih-alih mendapatkan klarifikasi dari otoritas desa, upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan justru berujung pada makian bernada kasar dari Ketua Tuha Peuet desa setempat.

‎Informasi yang dihimpun awak media dari masyarakat menyebutkan adanya pemotongan dana Jadup sebesar Rp1 juta per penerima. Berdasarkan keterangan sumber, dana tersebut dibagi dua: Rp 300 ribu untuk biaya administrasi, sementara Rp 700 ribu sisanya dialokasikan untuk warga lain yang tidak menerima bantuan.

Pengakuan Sang Geuchik

‎Upaya verifikasi dilakukan dengan menghubungi Geuchik Gampong Teungoh pada Jumat, 3 Juli 2026. Dalam sambungan telepon, sang Geuchik mengaku tengah menjalani pengobatan intensif akibat penyakit stroke di Bireuen.

‎Ia membantah keterlibatannya dalam pemotongan dana tersebut. “Saya tidak pernah memberikan izin kutipan itu. Mereka (perangkat desa dan Tuha Peuet) meminta (izin) di Meunasah untuk mengelar rapat umum,” ujar Geuchik.

‎Ia menegaskan bahwa praktik tersebut dilakukan oleh pihak Tuha Peuet dan Sekretaris Desa (Sekdes), seraya memberikan nomor kontak Ketua Tuha Peuet kepada media.

Konfirmasi Berujung Makian

‎Keesokan harinya, Sabtu, 4 Juli 2026, awak media mencoba menghubungi Ketua Tuha Peuet melalui sambungan telepon WhatsApp pribadinya. Awalnya, percakapan berlangsung datar. Ketua Tuha Peuet sempat menyerahkan ponselnya kepada Sekdes untuk menjelaskan duduk perkara.

‎Namun, suasana berubah drastis ketika ponsel tiba tiba diambil kembali oleh diduga Ketua Tuha Peuet. ia langsung melontarkan kalimat makian dalam bahasa daerah (Aceh) kepada wartawan.

‎”Hay bang bek jaiy that netemanyoeng inan. Neujak oex ma neuh! Hebat that peugot droe ke wartawan. Wate banjir meudeuh muka keuh tan, wate kaleuh banjir neuyak peugot ma neuh mandum!”.

‎(Terjemahan: “Jangan banyak kali kalian tanya. Pergi nge*t*t mama kalian sana! Hebat sekali kalian jadi wartawan. Waktu banjir muka kalian tidak nampak, usai banjir kalian buat gaduh semua!”).

Pena yang Tak Pernah Basah

‎Makian “Neujak Oex Ma neuh” yang terlontar dari mulut seorang pejabat desa bukan hanya sekadar umpatan murahan, melainkan cerminan arogansi kekuasaan yang merasa kebal hukum.

‎Ketika suara-suara sumbang terkait potongan uang rakyat dibalas dengan cacian kotor, publik pun kini bertanya: Apa yang sebenarnya sedang disembunyikan di balik tirai administrasi desa tersebut, hingga ia begitu takut pada sebuah pertanyaan?.

‎Tudingan Ketua Tuha Peuet yang menganggap wartawan tidak peduli saat masa sulit terasa ironis. Faktanya, saat banjir besar meluluhlantakkan Aceh Utara pada 2025 lalu, para jurnalis termasuk yang melakukan konfirmasi ini berada di garis depan.

‎Di tengah kepungan air yang merendam rumah dan memutus akses, pena mereka justru tak pernah kering menuliskan penderitaan warga dan kebutuhan mendesak di lapangan. Namun, bagi oknum yang merasa terganggu dengan pertanyaan kritis, seolah lupa bahwa jurnalisme hadir bukan hanya untuk memuji saat terang, tetapi juga untuk merawat keadilan saat segalanya tampak remang.

Menagih Keadilan untuk Warga

‎Wartawan sejatinya menjalankan fungsi sebagai pilar keempat demokrasi melalui kontrol sosial yang dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Saat aroma uang rakyat miskin diduga disunat oleh tangan-tangan yang merasa berkuasa, konfirmasi menjadi satu-satunya jembatan untuk memastikan kebenaran.

‎Kini, bola panas ada di tangan aparat pengawasan daerah. Apakah tuduhan pemotongan ini akan berakhir menjadi sekadar catatan di atas meja, atau akan diusut hingga ke akar-akarnya? Publik Gampong Teungoh kini menanti jawaban.

‎Sebab, di balik setiap rupiah yang terpotong dari tangan warga miskin, ada harapan yang ikut terkubur, dan suara jurnalis tidak akan berhenti bergeming selama keadilan masih menjadi barang mewah di desa sendiri.

Berita Terkait

Jejak Dana Ketahanan Pangan Lhok Euncien 120,5 Juta : Antara Janji Geuchik dan Bungkamnya Camat Baktiya Barat?
Masuk Musim Tanam Padi, Petani di Paya  Bakong Pertahankan Khanduri Blang Sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Aceh
Program Becak Motor Disebut Fiktif, LIN Aceh: Itu Fitnah Keji dan Pengecut!
Pemuda Paya Bakong Siap Bersinergi, Kepengurusan IPEMAPA 2025–2027 Segera Dilantik di Banda Aceh
Benarkah untuk Rakyat? Menelisik Dana Darurat Rp12,26 Miliar Pemkot Lhokseumawe
‎Sinergi Kacabdin, Kepsek, Komite, dan Masyarakat: Revitalisasi SMAN 1 Tanah Pasir Demi Pendidikan Berkualitas
Dongkrak Ekonomi Rakyat, Jamaluddin Idham Salurkan 3,7 Juta Bibit Ikan untuk Pembudidaya di Aceh
Memasuki Babak Baru, BGN Bakal Sidak Dapur SPPG Gampong Ude Aceh Utara?, Surat Perintah Sedang Berproses

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:24 WIB

Viral Di Media Sosial, Anak Di Bawah Umur Diduga Jadi Korban Penganiayaan Di Aceh timur

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:50 WIB

Saweu Gampong, Kanit Binmas Polsek Idi Rayeuk Sapa Warga Dalam Menjaga Harkamtibmas

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:38 WIB

Kapolres Aceh Timur Cek Ruang Pelayanan Publik: Berikan Pelayanan Humanis dan Optimal ke Masyarakat

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:07 WIB

Senyum, Sapa, Salam Kanit Binmas Polsek Banda Alam Saat Sambang Warga

Jumat, 3 Juli 2026 - 11:55 WIB

Strong Point dan Patroli Sat Samapta Polres Aceh Timur Utamakan Pelayanan Humanis bagi Masyarakat

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:10 WIB

Komitmen Polsek Peureulak Barat Jaga Kenyamanan Warga, Puluhan Knalpot Brong Dimusnahkan

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:57 WIB

Wujud Syukur HUT Bhayangkara Ke-80, Polsek Peureulak Barat Santuni Anak Yatim

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:10 WIB

Perkuat Sinergitas, HUT Bhayangkara Ke – 80 Polsek Peureulak Barat Dapat Surprise dari Muspika Plus

Berita Terbaru