Sumpah Pemuda ke-98: Patriotisme, Ketangguhan, Dan Empati Jadi Fondasi Masa Depan Bangsa

AGUS SURIADI

- Redaksi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:35 WIB

5013 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat persatuan, meneguhkan nasionalisme,

Serta mendorong generasi muda mengambil peran nyata dalam menentukan arah masa depan Indonesia.

Dengan tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, peringatan tahun ini menegaskan bahwa pemuda tidak cukup hanya menjadi penonton di tengah perubahan zaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Generasi muda dituntut hadir sebagai penggerak perubahan, penjaga persatuan, sekaligus bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa.

Nilai patriotik mengingatkan bahwa cinta tanah air tidak sebatas slogan atau seremoni tahunan.

Nasionalisme harus tercermin melalui integritas, pengabdian, keberanian membela kepentingan masyarakat, serta kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Sementara itu, sikap gigih menjadi modal penting bagi pemuda untuk menghadapi tantangan global, perkembangan teknologi, persaingan ekonomi, hingga persoalan sosial yang semakin kompleks.

Anak muda harus berani berinovasi, terus belajar, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi hambatan.

Di sisi lain, empati menjadi nilai yang tidak kalah penting. Kemajuan Indonesia tidak boleh hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, tetapi harus membuka kesempatan yang adil bagi seluruh masyarakat.

Kepedulian terhadap sesama, penghormatan terhadap perbedaan, dan keberanian membela mereka yang membutuhkan merupakan bagian dari karakter pemuda yang berintegritas.

Persatuan Tidak Boleh Kalah oleh Perpecahan

Semangat Sumpah Pemuda yang lahir pada 28 Oktober 1928 harus terus hidup di tengah keberagaman suku, agama, ras, budaya, dan golongan.

Persatuan bukan sekedar warisan sejarah, melainkan tanggung jawab bersama yang harus dirawat setiap generasi.

Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan media sosial, pemuda dituntut lebih bijak dalam menyampaikan pendapat.

Provokasi, ujaran kebencian, penyebaran hoaks, dan polarisasi tidak boleh menjadi alat untuk merusak hubungan antarmasyarakat.

Perbedaan pandangan merupakan bagian dari demokrasi. Namun, perbedaan tersebut seharusnya menjadi ruang untuk bertukar gagasan dan mencari solusi, bukan alasan untuk saling merendahkan ataupun memecah belah bangsa.

Pemuda Harus Menjadi Pelaku, Bukan Sekadar Penonton

Peringatan Sumpah Pemuda juga menjadi pengingat bahwa keterlibatan generasi muda dalam kehidupan publik harus semakin bermakna.

Pemuda perlu berani menyampaikan gagasan, mengawasi kebijakan, mendorong transparansi, serta ikut memperjuangkan kepentingan masyarakat secara bertanggung jawab.

Partisipasi pemuda tidak boleh berhenti pada momentum politik atau sekedar menjadi pendulang suara.

Generasi muda harus memiliki ruang untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan, menyampaikan kritik yang konstruktif, dan menawarkan gagasan yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

Pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk membuka kesempatan bagi anak muda agar dapat berkembang dan berkontribusi secara nyata.

Menghidupkan Kembali Semangat 1928

Sumpah Pemuda merupakan tonggak sejarah yang memperlihatkan bagaimana perbedaan dapat disatukan oleh cita-cita kebangsaan.

Ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia menjadi fondasi penting bagi perjalanan Indonesia menuju kemerdekaan.

Kini, tantangan generasi muda memang berbeda dengan masa perjuangan para pendahulu. Namun, semangat yang dibutuhkan tetap sama: keberanian, keteguhan prinsip, kepedulian, dan kesediaan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Hari Sumpah Pemuda ke-98 seharusnya tidak berhenti pada upacara, slogan, atau unggahan di media sosial.

Peringatan ini perlu diterjemahkan menjadi tindakan konkret melalui pendidikan, karya, inovasi, kepedulian sosial, serta komitmen menjaga demokrasi dan persatuan.

Pada akhirnya, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar potensi yang dimiliki generasi mudanya,

Tetapi juga oleh sejauh mana potensi tersebut diwujudkan menjadi pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat.

Patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati terhadap sesama. Itulah semangat yang harus terus menyala agar Sumpah Pemuda tidak sekedar dikenang sebagai sejarah,

Tetapi hadir sebagai kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih adil, maju, dan bersatu.

{Jurnalis Agus Suriadi}

Berita Terkait

AGUS FLORES SENTIL TAJAM DITTIPITER BARESKRIM POLRI: PETI SULAWESI TERKESAN TAK TERSENTUH, JANGAN HANYA BERANI BERTINDAK DI JAWA DAN SUMATRA!
Kapolri Suyudi Ario Seto Diangkat sebagai Warga Kehormatan Korpasgat TNI AU, Perkuat Sinergi TNI-Polri
Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik
Viral Video Dugaan Pesta Narkoba Di Rutan Depok, Agus Flores: Bongkar Habis, Jangan Ada yang Dilindungi!
Agus Flores Tegas: Jangan Sampai “No Viral, No Justice” Jadi Budaya, Kapolri Harus Berani Copot Pejabat yang Tak Mampu Tangani Keluhan Masyarakat
Mendagri Tito Karnavian Jenguk Wali Nanggroe Aceh di Penang
Dana Jurnalisme untuk Siapa? Jangan Lupakan Puluhan Ribu Media Belum Terverifikasi Dewan Pers
Presiden Akui Polri, Menurunkan Kahutla dari 500.000 jadi 7.000 Hektar

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:07 WIB

BAI Aceh Tamiang dan Reclasseering Aceh Bangun Kolaborasi, Perkuat Perjuangan Keadilan bagi Masyarakat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:12 WIB

Respons Cepat Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, Perkuat Keluarga Korban Rumah Tertimpa Pohon

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mualem Upayakan Listrik Gratis di Huntara Korban Banjir Aceh

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Sampah Menggunung Ganggu Kenyamanan Warga, Ibu-Ibu Dusun 2 Suka Jaya Turun Tangan Bersihkan Jalan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Garbage Disrupts Residents’ Comfort, Women in Suka Jaya Hamlet Take Action to Clean the Village Roads

Senin, 28 September 2026 - 18:24 WIB

DPC BAI Aceh Tamiang dan RAPI Bangun Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah

Senin, 28 September 2026 - 18:16 WIB

DPC BAI Aceh Tamiang and RAPI Build Collaboration to Support Regional Development

Sabtu, 26 September 2026 - 08:10 WIB

400 Electronic Land Certificates Handed Over to Residents in Bendahara, Strengthening Legal Certainty in Aceh Tamiang

Berita Terbaru