Geuchik Ulee Glee Siap Dampingi Anak Yatim Dan Miskin Masuk Pesantren Gratis

AGUS SURIADI

- Redaksi

Minggu, 26 April 2026 - 20:04 WIB

5021 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH UTARA – Pemerintah Gampong Ulee Glee, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, menunjukkan komitmen serius dalam memperjuangkan akses pendidikan bagi anak yatim piatu dan keluarga kurang mampu.

Pada Sabtu (25 April 2026), Geuchik bersama seluruh perangkat gampong menyatakan kesiapan penuh untuk mendampingi dan memfasilitasi anak-anak dari keluarga miskin agar dapat melanjutkan pendidikan ke Pesantren AOC pada jenjang SMP dan SMK secara gratis.

Langkah nyata itu mulai terlihat hari ini. Sebanyak lima peserta didik telah resmi dititipkan ke pondok pesantren untuk memulai pendidikan mereka. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah hingga mencapai sekitar 30 peserta didik dalam waktu dekat.
Geuchik Ulee Glee menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan, sehingga tidak boleh ada anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi.

“Ini tugas mulia yang harus kita jalankan bersama. Anak yatim dan anak dari keluarga miskin harus kita dampingi agar tetap bisa sekolah dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan peluang pendidikan gratis yang tersedia, tanpa harus mencari alternatif lain yang justru memberatkan secara biaya.
“Kalau ada tempat yang mudah dan gratis, kenapa harus mencari yang sulit. Ini kesempatan besar untuk anak-anak kita,” tambahnya.

Antusiasme masyarakat pun terlihat jelas. Para orang tua mulai bergerak, mendaftarkan dan mengantarkan anak-anak mereka ke pesantren dengan harapan mendapatkan pendidikan yang layak sekaligus pembinaan akhlak.
Dengan semangat kebersamaan, Pemerintah Gampong Ulee Glee optimis program ini akan terus berkembang dan mampu melahirkan generasi yang cerdas, mandiri, serta berakhlak mulia.

{Jurnalis Agus Suriadi}

Berita Terkait

Tiga Bayi Kembar Perempuan Lahir Selamat di RSUD Cut Meutia, Ibu Alami Hipertensi Saat Kehamilan
Seusama Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Balai Pengajian di Dayah Malem Diwa.
Rumah Hanyut Diterjang Banjir, Lansia Di Aceh Utara Masih Menunggu Janji
Modal Rp 50 Juta, Geuchik Meunye Tujoh ‘Suntik’ Semangat Petani Lewat Pipa Irigasi
Pendidikan Gratis untuk Anak Negeri: 50 Peserta Didik dari Gampong Tanjong Dalam Siap Mendapatkan Bantuan Pendidikan
Antusias Masyarakat Di Wilayah Aceh Utara dan Aceh Timur Menyambut TIM SMP dan SMK Swasta IT Samudera Pasai Mulia.
Punti Geulumpang VII: Saat Amanah Rakyat Berubah Menjadi Keangkuhan, dan Nurani Terkubur di Bawah Beton Rumah Dhuafa
Ironi Matangkuli: Saat Anggaran Desa Dipertanyakan, Camat dan Inspektorat Kompak Bungkam

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 23:30 WIB

Tiga Bayi Kembar Perempuan Lahir Selamat di RSUD Cut Meutia, Ibu Alami Hipertensi Saat Kehamilan

Sabtu, 25 April 2026 - 20:10 WIB

Seusama Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Balai Pengajian di Dayah Malem Diwa.

Sabtu, 25 April 2026 - 18:17 WIB

Rumah Hanyut Diterjang Banjir, Lansia Di Aceh Utara Masih Menunggu Janji

Sabtu, 25 April 2026 - 15:54 WIB

Modal Rp 50 Juta, Geuchik Meunye Tujoh ‘Suntik’ Semangat Petani Lewat Pipa Irigasi

Sabtu, 25 April 2026 - 01:48 WIB

Pendidikan Gratis untuk Anak Negeri: 50 Peserta Didik dari Gampong Tanjong Dalam Siap Mendapatkan Bantuan Pendidikan

Rabu, 22 April 2026 - 15:49 WIB

Antusias Masyarakat Di Wilayah Aceh Utara dan Aceh Timur Menyambut TIM SMP dan SMK Swasta IT Samudera Pasai Mulia.

Selasa, 21 April 2026 - 04:38 WIB

Punti Geulumpang VII: Saat Amanah Rakyat Berubah Menjadi Keangkuhan, dan Nurani Terkubur di Bawah Beton Rumah Dhuafa

Sabtu, 18 April 2026 - 21:54 WIB

Ironi Matangkuli: Saat Anggaran Desa Dipertanyakan, Camat dan Inspektorat Kompak Bungkam

Berita Terbaru