Aceh Utara | Tasyakuran peusijuk dan launching Dapur MBG Kuta Meuligoe digelar di Gampong Teungoh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Senin (16/02/2026).
Kehadiran dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) kedua di Kecamatan Sawang ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemenuhan gizi anak usia sekolah sekaligus mendukung pemberdayaan pelaku UMKM lokal.
Acara berlangsung khidmat dengan prosesi peusijuk sebagai bentuk doa dan harapan agar dapur tersebut membawa keberkahan bagi masyarakat.
Turut hadir unsur Muspika Kecamatan Sawang, tokoh masyarakat, pengurus yayasan, serta para undangan dari kalangan pendidikan.
Komitmen Wujudkan Generasi Sehat dan Bebas Stunting
Dalam sambutannya, Camat Sawang, Mazinuddin, menyampaikan apresiasi atas hadirnya Dapur MBG di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa keberadaan dapur ini menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
“Dengan hadirnya Dapur MBG kedua di Kecamatan Sawang, kita berharap pemenuhan gizi terhadap anak-anak usia sekolah dapat semakin baik. Ini bukan hanya soal makan, tetapi tentang investasi masa depan. Jika gizi terpenuhi dengan baik, maka kita optimis dapat mendukung terwujudnya Program Indonesia Emas 2030 dengan SDM yang handal dan bebas stunting,” ujar Mazinuddin.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, yayasan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menyukseskan program tersebut agar benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan.
Dukung Generasi Cerdas dan Serap Produk UMKM
Sementara itu, Ketua Dewan Yayasan Sumber Gizi Lestari, Yusran Abbas, SE, MM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program MBG dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan anak didik, tetapi juga sebagai bagian dari pembangunan ekosistem ekonomi lokal.
“Kami senada dengan Camat Sawang. MBG ini diharapkan mampu melahirkan generasi-generasi cerdas melalui asupan gizi yang baik dan sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan anak-anak didik kita. Gizi yang cukup dan seimbang akan berdampak langsung pada konsentrasi belajar dan perkembangan fisik mereka,” ungkap Yusran Abbas.
Ia menambahkan bahwa Dapur MBG Kuta Meuligoe juga akan menyerap produk-produk UMKM lokal dengan tetap mengedepankan standar kualitas dan keamanan pangan.
“Kami berkomitmen untuk menggunakan bahan baku dari pelaku UMKM lokal yang memenuhi standarisasi. Ini menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar sekaligus memastikan kualitas bahan yang digunakan tetap terjaga,” tambahnya.
Harapan Masyarakat
Dengan diresmikannya Dapur MBG Kuta Meuligoe, masyarakat Sawang berharap program ini dapat berjalan konsisten dan menjangkau lebih banyak siswa, terutama di wilayah yang membutuhkan perhatian dalam pemenuhan gizi.
Kehadiran dapur MBG ini diharapkan tidak hanya menjadi program seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama dalam membangun generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2030.
Abuyan






























