Lhokseumawe | Dalam video yang beredar berdurasi 2 menit 40 detik tersebut, dosen unimal membahas indikator kesuksesan alumni dengan membandingkan pekerjaan prestisius (pejabat, pengusaha) terhadap sejumlah profesi kelas bawah bernada merendahkan bahkan menyinggung partai.
Hal ini menimbulkan reaksi keras dari berbagai kalangan, bahkan alumi unimal sempat mengegruduk kampus untuk menemui sang dosen, namun dosen tersebut tidak ditemukan, seruan aksi sudar beredar dan membuat publik gaduh,
Yunan nasution yang dikenal sebagai aktivis yang sempat beberapa kali membuat gebrakan keras dengan pengungkapan beberapa kasus korupsi di aceh, saat ini yunan nasution menduduki jabatan wakil seketaris dewan pengurus wilayah partai kebangkitan bangsa provinsi aceh ( DPW PKB ACEH )
Menanggapi pertanyaan awak media terhadap polemik yang terjadi karna dosen tersebut juga menyinggung partai dengan pernyataan “ikut-ikutan partai tapi peras-peras orang” yunan mengatakan “ kita harus objektif dalam melihat sebuah masalah apalagi masalah ini sudah menjadi konsumsi publik, yang pertama saya tidak melihat mens rea nya (niat jahat) karna tujuan nya memotivasi, namun demikian redaksi bahasa yang digunakan tidak tepat dan tendensius bahkan terkesan merendahkan profesi, ada baiknya masalah ini segera diselesaikan agar tidak menjadi bola liar yang dapat mengganggu aktifitas belajar dan mengajar dikampus, lakukan tabayun duduk bersama, gunakan budaya mufakat dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan, agar hal baik ini di contoh oleh para mahasiwsa dan mahasiswi, bagi sang dosen juga harus berjiwa besar dan bijak dalam menyikapi masalah ini, hadapi konsekwensi meski harus menjalani sidang etik agar kondisi yang sempat memanas ini bisa kembali kondusif dan tenang, jika masalah ini diselesaikan dengan aksi maka saya hawatir akan menjadi contoh yang kurang baik bagi anak-anak dan adik-adik kita
Sekali lagi saya berharap agar masalah ini dapat segera terselesaikan, apa lagi bg azhari cage sudah memberikan teguran keras, saya yakin dan percaya masalah ini bisa diselesaiakn dengan arif dan bijaksana, ucap yunan
{Jurnalis Agus Suriadi}






























