PKTD Desa Kebun Tanah Terban Bergerak: Bersihkan Parit dan Saluran Air, Cegah Risiko Banjir
ACEH TAMIANG — Upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memastikan kelancaran saluran air terus dilakukan Pemerintah Desa Kebun Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.
Dipimpin Datok Penghulu Kebun Tanah Terban, Irwan Pane, S.Sos., Ketua MDSK, Daril Khutzni, serta Ketua LKMK, Saut Isak P. Simanjuntak, Pemerintah dan Aparatur Desa bersama melaksanakan Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) pada Kamis, 10 September 2026, dengan melibatkan sebanyak 67 warga desa dalam kegiatan pembersihan parit, saluran pembuangan air, serta lingkungan di sekitar drainase desa.
Sejak kegiatan dimulai, warga tampak bergotong royong membersihkan sejumlah bagian parit yang mengalami pendangkalan, ditumbuhi rumput liar, serta terdapat sampah dan material yang berpotensi menghambat aliran air.

Dengan menggunakan peralatan kerja sederhana seperti cangkul, sekop, sapu lidi, kereta sorong, dan parang, masyarakat bekerja bersama membersihkan saluran serta mengangkat material yang mengganggu kelancaran pembuangan air.
Kegiatan PKTD tersebut bukan sekadar agenda membersihkan lingkungan. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi langkah nyata pemerintah desa bersama masyarakat dalam meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mengantisipasi berbagai risiko yang dapat muncul akibat saluran air yang tidak terawat.

Bukan Sekadar Bersih, Tetapi Upaya Mencegah Risiko Banjir
Saluran air yang tersumbat atau mengalami pendangkalan dapat menjadi persoalan serius, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi. Air yang seharusnya mengalir melalui saluran pembuangan dapat meluap ke badan jalan, pekarangan rumah, bahkan berpotensi menggenangi permukiman warga.
Karena itu, pemeliharaan dan pembersihan saluran air secara berkala menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan desa.
“Pembersihan parit secara berkala memiliki nilai strategis. Kita tidak boleh menunggu terjadi genangan atau banjir baru kemudian bergerak. Mencegah tentu lebih baik daripada menunggu bencana terjadi,” ujar Datok Penghulu Irwan Pane.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam PKTD juga memberikan manfaat yang lebih luas. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan saluran air yang lebih terawat, program tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terlibat langsung dalam kegiatan produktif di desa.
Gotong Royong Menjadi Kekuatan Desa
Keterlibatan 67 warga dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak selalu harus diwujudkan melalui pekerjaan berskala besar. Hal-hal sederhana yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung juga merupakan bagian penting dari pembangunan.
Parit yang bersih, saluran air yang lancar, dan lingkungan yang terawat merupakan investasi sederhana, tetapi memiliki dampak besar terhadap kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
Semangat gotong royong yang tumbuh di tengah masyarakat juga menjadi modal sosial yang sangat penting. Ketika pemerintah desa dan masyarakat memiliki kepedulian yang sama terhadap lingkungan, berbagai persoalan dapat ditangani lebih cepat sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Pemerintah Desa Kebun Tanah Terban juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga hasil kegiatan tersebut dengan tidak membuang sampah ke dalam parit maupun saluran pembuangan air. Sebab, kebersihan lingkungan tidak akan bertahan hanya karena satu kali kegiatan. Dibutuhkan kesadaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab bersama agar saluran air tetap berfungsi dengan baik.
“Membersihkan parit bukan pekerjaan sesaat. Setelah dibersihkan, yang lebih penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaganya agar tetap bersih dan tidak kembali tersumbat. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas Daril Khutzni.
Melalui pelaksanaan PKTD, Desa Kebun Tanah Terban tidak hanya menggerakkan masyarakat untuk bekerja dan bergotong royong, tetapi juga membangun kesadaran bahwa desa yang sehat, bersih, nyaman, dan lebih siap menghadapi risiko genangan maupun banjir dimulai dari kepedulian masyarakat terhadap lingkungan di sekitarnya.
(Saut Simanjuntak)




























