Sepakat Berdamai, Kasus Penggelapan Uang Toko Grosir di Medan Berakhir Lewat RJ

Fadly P.B

- Redaksi

Sabtu, 4 April 2026 - 19:27 WIB

50100 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan – Kasus dugaan penggelapan uang senilai Rp82 juta yang melibatkan seorang kasir asal Langsa, Muhammad Adrian, terhadap Toko Grosir Amara Jaya di Medan resmi berakhir damai. Kedua belah pihak memilih jalan kekeluargaan dan sepakat mencabut laporan polisi, pada Sabtu (4/4/2026).

‎Sebelumnya, kasus ini sempat mencuri perhatian publik setelah pemilik toko, Dedi Saputra, melaporkan kerugian besar yang diduga digunakan pelaku untuk bermain judi online. Namun, kini kedua pihak sepakat untuk saling memaafkan dan menyelesaikan urusan ganti rugi secara materil maupun non-materil.

Kemanusiaan Di Atas Kemenangan Hukum

‎Kuasa hukum korban, Aulia Arifandi, S.H., M.H., menyatakan bahwa perdamaian ini diambil sebagai bentuk kesadaran hukum yang mengedepankan pemulihan, bukan sekadar hukuman.

‎”Kemenangan sejati itu menempatkan hukum bukan sebagai alat menyenangkan ego atau sekadar menghadirkan efek jera. Hukum harus menjadi jalan pulang menuju kesadaran mutlak; yang keliru berani mengakui dan yang terluka dipulihkan martabatnya,” ujar Aulia saat memberikan keterangan pers.

Klarifikasi Terkait Isu Penganiayaan

‎Dalam kesempatan yang sama, pihak korban juga melayangkan klarifikasi tegas terkait pemberitaan salah satu media massa yang dinilai tendensius.

‎Pemberitaan tersebut sebelumnya menarasikan adanya tindakan penyekapan dan penganiayaan berat terhadap pelaku.

‎Aulia Arifandi meluruskan bahwa narasi tersebut sangat berlebihan. Ia tidak menampik adanya kontak fisik, namun menekankan bahwa hal itu merupakan reaksi spontan akibat rasa kecewa yang mendalam.

‎Bantahan Penyekapan: Pihak kuasa hukum membantah keras adanya tindakan penyekapan atau penghajaran secara sistematis.

‎Reaksi Spontan: Kontak fisik berupa pukulan sebanyak tiga kali diakui sebagai reaksi emosional sesaat karena korban merasa dikhianati oleh orang kepercayaannya.

Harapan untuk Media

‎Pemilik toko, Dedi Saputra, menyayangkan adanya penggiringan opini yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Ia meminta media terkait untuk segera melakukan klarifikasi atas pemberitaan yang dianggap menyudutkan pihaknya tersebut.

‎”Kami berharap media tersebut segera membuat klarifikasi. Jangan sampai narasi yang dibangun mengaburkan fakta yang sebenarnya dan merugikan nama baik kami,” tegas Dedi.

Berita Terkait

Sidak Bulog Meulaboh, Anggota DPR RI Jamaluddin Idham Temukan Sampel Beras Buruk
Dari Video Viral ke Sidang Etik: Kompol DK Dipecat, Polda Sumut Tegaskan Komitmen Penindakan Tegas
Nasib Terancam, Ribuan Karyawan PTPN IV Gelar Aksi Damai di Depan Kantor Bupati Aceh Utara
Menelusuri Jejak Dugaan Pungli Dana Jadup di Baktiya: Antara ‘Ikhlas’ atau Di Bawah Tekanan?
DPC BAI Aceh Tamiang, Indonesia, Affirms Support for Press Freedom on World Press Freedom Day
Ingin Pendidikan Agama dan Umum Seimbang? Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Medan Buka Pendaftaran 2026/2027
Mafia Tambang Emas Madina Dapat Backing yang Kuat , Apakah negara kalah ? …
Rp 800 Ribu per KK, Dugaan Pungli Bantuan Jadup Kembali Coreng Wajah Pemerintahan Desa di Aceh

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:15 WIB

Nasib Terancam, Ribuan Karyawan PTPN IV Gelar Aksi Damai di Depan Kantor Bupati Aceh Utara

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:46 WIB

Menelusuri Jejak Dugaan Pungli Dana Jadup di Baktiya: Antara ‘Ikhlas’ atau Di Bawah Tekanan?

Senin, 4 Mei 2026 - 17:34 WIB

DPC BAI Aceh Tamiang, Indonesia, Affirms Support for Press Freedom on World Press Freedom Day

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:21 WIB

Rp 800 Ribu per KK, Dugaan Pungli Bantuan Jadup Kembali Coreng Wajah Pemerintahan Desa di Aceh

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:09 WIB

TEROR TERHADAP WARTAWAN FRN ACEH MAKIN BRUTAL! Agus Suriadi Minta Kapolda Perintahkan Kapolres Subulussalam Ringkus Semua Pelaku, Dari OTK Hingga Dalang Intimidasi di Kantor Desa

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:45 WIB

Lampu Merah Kebebasan Pers! Kapolda Aceh Didesak Ringkus Dalang Teror Wartawan di Subulussalam

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:07 WIB

Syahbudin Padang Murka di Hari Pers Nasional: Mobil Dilempar OTK, Diintimidasi di Kantor Desa, Kebebasan Pers Dinilai Semakin Mati

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:56 WIB

Geuchik di Aceh Utara Diduga Pungli Dana Jadup Banjir Rp120 Ribu Per Jiwa

Berita Terbaru