Belajar dari Lumpur: Spirit Kemanusiaan dan Keikhlasan Pejuang Pesantren Ummul Ayman IIl

AGUS SURIADI

- Redaksi

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:01 WIB

5066 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini – Bencana banjir yang melanda wilayah Pidie Jaya tidak hanya menyisakan lumpur dan kerusakan fisik, tetapi juga menghadirkan pelajaran berharga tentang kemanusiaan. Di Pesantren Mahasiswa Ummul Ayman III, lumpur justru menjadi saksi lahirnya semangat juang, keikhlasan, dan solidaritas yang jarang ditemukan dalam situasi normal.

Sejak air surut, halaman pesantren, ruang belajar, hingga asrama dipenuhi lumpur tebal. Namun, di tengah keterbatasan alat dan minimnya bantuan, para santri, guru, mahasiswa, dan relawan turun bersama. Tanpa keluhan, mereka mengangkat ember, menyekop lumpur, dan membersihkan ruang-ruang ilmu yang selama ini menjadi pusat pembentukan akhlak dan intelektual.

Pemandangan itu bukan sekadar kerja bakti biasa. Ia adalah cermin nilai pesantren yang sesungguhnya: keikhlasan dalam berkhidmat dan keteguhan dalam ujian. Di Ummul Ayman III, lumpur tidak dipandang sebagai musibah semata, tetapi sebagai ujian kesabaran dan ladang amal. Setiap gerakan membersihkan lumpur menjadi dzikir, setiap tetes keringat menjadi doa agar pesantren kembali hidup.

Yang paling mengharukan, semangat itu tidak hanya datang dari santri. Para guru tetap hadir memberi teladan, sementara mahasiswa dan relawan dari berbagai latar belakang melebur tanpa sekat. Tidak ada status, tidak ada jabatan. Semua sama di hadapan lumpur, semua setara dalam pengabdian.

Peristiwa ini mengajarkan bahwa pesantren bukan hanya tempat belajar kitab dan teori kehidupan, tetapi juga ruang pembentukan karakter tangguh. Ketika bangunan rusak, nilai-nilai pesantren justru berdiri kokoh. Ketika fasilitas terbatas, rasa kemanusiaan tumbuh tanpa batas.

Belajar dari lumpur di Pesantren Mahasiswa Ummul Ayman III, kita disadarkan bahwa kekuatan sebuah lembaga pendidikan tidak semata diukur dari megahnya gedung, tetapi dari ketulusan orang-orang di dalamnya. Dari lumpur itulah lahir harapan, dari keikhlasan itulah masa depan dibangun.

Pidie Jaya boleh dilanda banjir, tetapi semangat pejuang pesantren tidak pernah surut. Mereka mengajarkan kepada kita semua bahwa dalam setiap bencana, selalu ada pelajaran tentang iman, persaudaraan, dan kemanusiaan.

Oleh :Abiya Dr. Mahdir Muhammad, MA.
Editor: Fadly P.B

Berita Terkait

Dari Banjir ke Pencegahan: Utang Pembangunan Aceh Pasca Bencana Akhir 2025
Toleransi dalam Islam Indah, Tanpa Mengikis Akidah
Kebijakan Pertambangan, Potret Simbolis Oligarki Kapitalistis dan Oligarki Politis
Koruptor Adalah Satwa Liar Yang Paling Dilindungi di Indonesia? Ketika Uang Menjadi Tuhan, Rakyat Hanya di Jadiakn Korbannya, Akankah Nasib NKRI Bisa Bertahan 2045?
Pemilihan Rektor IAIN Lhokseumawe, Ajang Adu Kuat Dukungan Parpol
Jaksa Agung : “Negara Masih Ada”
Politik Pencitraan dan Komunikasi Politik
Danantara: Uang Rakyat dalam Cengkeraman Oligarki, Solusi Ekonomi Islam Jadi Jawaban

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 18:48 WIB

Kapolsek Langkahan Ipda Irvan Silaturahmi kediaman Abi Ja’far Lueng Angen, Perkuat Sinergi dengan Ulama

Senin, 22 Juni 2026 - 15:39 WIB

‎Dugaan Pembuangan Limbah ke Parit Umum dan Belum Mengantongi SLHS di SPPG Matangkuli, BGN Aceh Buka Suara

Senin, 22 Juni 2026 - 14:57 WIB

Marlina dan Dinding Lapuk: Jeritan Rakyat Kecil di Aceh Timur Yang Tak Pernah Sampai ke Meja Pengambil Kebijakan

Senin, 22 Juni 2026 - 14:06 WIB

Dorong Produktivitas Petani Aceh, Jamaluddin Idham Salurkan Puluhan Alsintan Modern

Senin, 22 Juni 2026 - 12:21 WIB

‎Sinergi HUT Bhayangkara ke-80: Polres Aceh Utara dan Lapas Lhoksukon Gelar Pengobatan Gratis bagi WBP

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:29 WIB

Kontradiksi SPPG di Matangkuli: Mengaku Sudah Ajukan SLHS, Faktanya Kosong di Dinkes Aceh Utara

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:54 WIB

Nasir Djamil Serahkan Bantuan Makanan dan Genset untuk Panti Asuhan Islam Media Kasih Banda Aceh

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:27 WIB

Polemik Dapur Gizi di Desa Mee Meurah Mulia: Higienis atau Hanya Formalitas?

Berita Terbaru