DESAK MUALEM SEGERA EVALUASI KETUA DPR ACEH, MENGUAT DUGAAN KETERLIBATAN DALAM MOBILISASI AKSI

AGUS SURIADI

- Redaksi

Senin, 4 Mei 2026 - 14:57 WIB

5017 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh, 4 Mei 2026 — Tekanan terhadap Pemerintah Aceh kian menguat. Sejumlah kalangan secara terbuka mendesak Gubernur Aceh, Mualem, untuk segera mengevaluasi bahkan mengganti Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menyusul polemik aksi unjuk rasa terkait Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).

Desakan ini muncul di tengah berkembangnya berbagai dugaan mengenai adanya keterlibatan aktor politik dalam mobilisasi massa aksi tersebut.

Muyashir Asriyan Haikal, selaku Ketua Gen Z Mualem, menyampaikan bahwa situasi ini tidak bisa lagi dianggap sebagai dinamika biasa, melainkan harus ditanggapi secara serius oleh pemerintah.

“Kami mendesak Mualem untuk segera mengambil langkah tegas dengan mengevaluasi Ketua DPR Aceh. Ini penting untuk menjaga stabilitas pemerintahan dan kepercayaan publik,” tegasnya.

Ia secara lebih terbuka menyinggung adanya dugaan kuat bahwa mobilisasi massa dalam aksi tersebut tidak sepenuhnya murni, bahkan mengarah pada indikasi keterlibatan pihak-pihak tertentu di lingkar kekuasaan.

“Kami menerima berbagai informasi dan melihat indikasi bahwa aksi ini tidak sepenuhnya organik. Ada dugaan keterlibatan pihak tertentu, termasuk yang memiliki posisi strategis, dalam mendorong bahkan memfasilitasi aksi tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa di tengah berkembangnya informasi di lapangan, muncul dugaan yang mengaitkan dukungan terhadap aksi dengan oknum pimpinan DPRA.

“Beredar dugaan di publik bahwa ada dukungan, bahkan kemungkinan keterlibatan dari oknum pimpinan DPR Aceh dalam menggerakkan massa. Ini tentu sangat serius dan tidak boleh diabaikan,” katanya.

Meski demikian, Haikal menegaskan bahwa seluruh dugaan tersebut harus dibuka secara terang dan diklarifikasi secara resmi.

“Kami tidak ingin ini menjadi bola liar, maka langkah evaluasi hingga pergantian jabatan merupakan konsekuensi yang tidak bisa dihindari, ini sudah melewati batas etika politik. Evaluasi bahkan pergantian adalah langkah yang wajar,” tegasnya lagi.

Haikal juga mengingatkan agar mahasiswa dan masyarakat tidak mudah terseret dalam kepentingan politik tertentu.

“Jangan sampai gerakan publik dimanfaatkan oleh aktor politik untuk kepentingan kekuasaan. Demokrasi harus dijaga tetap sehat,” tutupnya.

Berita Terkait

Adakan FGD, Pemerintah Aceh Diskusi Terbuka dengan OKP dan Ormawa Terkait JKA
Pemerintah Aceh Berikan Gedung VVIP Bandara SIM untuk Layanan Haji 2026
Wagub Fadhlullah Tekankan Implementasi Deep Learning dan Peningkatan Mutu Pendidikan Pada Hardiknas 2026
Sekda Aceh: Pemerintah Aceh Kejar Rehabilitasi dan Rekonstruksi Lahan Sawah Pascabencana
Sekda Aceh Buka Raker Kagama, Tekankan Peran Alumni dalam Pembangunan Daerah
Pernyataan Rampok Dana JKA, Jubir Pemerintah Aceh: Terlalu Semena-mena
Kita Melayani, Bukan Sekadar Mengamankan”: Pesan Humanis Kapolda Aceh Jelang May Day 2026
‎Mualem Pimpin Rapat Bahas Validasi Data JKA Bersama Sekda dan Dinkes

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 07:07 WIB

Agus Flores: Kemerdekaan Pers adalah Kemerdekaan Rakyat, Pers Penjaga Kebenaran

Senin, 4 Mei 2026 - 03:16 WIB

#SamsuriCapres2029

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:43 WIB

Ketua Umum PW-Fast Respon Agus Flores Serukan Komitmen Kebebasan Pers di Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:55 WIB

Pesan Kebangsaan Dari Jokowi: Jaga Persatuan, Agus Flores Tegaskan Komitmen

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:59 WIB

Ketum DPP PW-FRN Agus Flores Dukung Bareskrim Polri Berantas Mafia Migas, BBM, dan LPG Bersubsidi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:45 WIB

Ketua Umum PW-Fast Respon R. Mas. MH. Agus Rugiarto, S.H Sampaikan Ucapan Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:42 WIB

Dari Rasa Takut ke Suara Kritis: Kisah Agus Flores Kini Berdiri Tegas Dukung Program Negara

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:54 WIB

Dinilai Langgar UU ITE, Ketum PW-FRN Agus Flores Minta Polisi Periksa Amien Rais Terkait Dugaan Fitnah Presiden Prabowo

Berita Terbaru