Aceh Utara – Di tengah derasnya arus sungai pada malam hari, bidan desa bersama warga terpaksa mengevakuasi seorang pasien menggunakan rakit untuk mendapatkan penanganan medis setelah akses jembatan darurat tidak dapat dilalui di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (12/6/2026) pukul 00.00 WIB dini hari tadi.
Pasien tersebut diketahui bernama Haili (50), warga Gampong Gunci, Kecamatan Sawang. Ia harus segera dirujuk ke rumah sakit setelah diduga mengalami serangan stroke.
“Proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 00.00 WIB. Pasien terpaksa dievakuasi mengunakan rakit, karena jembatan darurat yang biasa digunakan warga untuk menyeberangi Krueng Sawang tidak dapat dilalui akibat derasnya aliran sungai.” Kata seorang warga Kecamatan Sawang, Rully disaat hubungi Tothepoin.com.
Dia menjelaskan jJembatan darurat tersebut sebelumnya dibangun sebagai akses sementara setelah jembatan utama penghubungroboh diterjang banjir besar pada akhir November 2025. Jembatan itu menghubungkan Desa Gunci, Kubu, Blang Cut, Lhok Cut dengan pusat Kecamatan Sawang.

Namun tingginya debit air dalam beberapa hari terakhir kembali merusak akses penyeberangan tersebut, sehingga warga terpaksa menggunakan rakit untuk membawa pasien ke seberang sungai.
Dia mengatakan arus yang deras membuat proses penyeberangan berlangsung penuh kehati-hatian. Sejumlah warga turut membantu memastikan pasien dapat melewati sungai dengan selamat.
“Setelah berhasil mencapai seberang, Haili langsung dipindahkan ke ambulans milik Puskesmas Sawang yang telah menunggu. Kemudian, langsung dilarikan ke Rumah Sakit Arun untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,”katanya.

Dia menambahkan rusaknya jembatan darurat membuat aktivitas warga terganggu, termasuk saat kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat seperti evakuasi pasien.
“Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk memperbaiki akses penyeberangan agar masyarakat tidak lagi menghadapi risiko besar saat membutuhkan layanan kesehatan maupun menjalankan aktivitas sehari-hari,” pungkasnya.






























