Aceh Timur – Pemberian santunan kepada 250 anak yatim menjadi penanda peringatan 19 tahun Partai Aceh yang digelar di Masjid Caleu, Desa Seuneubok Tuha, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur, Sabtu (11/07/2026). Kegiatan yang diinisiasi Staf Khusus Gubernur Aceh bersama KPA Daerah III Idi Kuta itu juga diisi doa bersama untuk mengenang para syuhada Aceh serta dihadiri sekitar 300 peserta dari unsur pemerintah, mantan kombatan, ulama, dan masyarakat.
Acara dibuka dengan samadiah dan zikir yang dipimpin Pimpinan Dayah Darussa’adah Idi Cut, Tgk H Saiful Anwar atau Abon Darussa’adah. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sambutan sejumlah tokoh, tausiyah keagamaan, serta penyerahan santunan kepada 250 anak yatim.
Gubernur Aceh diwakili Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Dr. A Murtala, bersama Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I.,M.Si. menyerahkan langsung santunan kepada para penerima didampingi panitia dan tamu undangan.
Dalam sambutannya, Staf Khusus Gubernur Aceh Faisal Rizal Hasan mengajak seluruh elemen Partai Aceh dan mantan kombatan menjaga persatuan serta tidak melupakan perjuangan para syuhada. Menurut dia, berbagai capaian yang dirasakan Aceh saat ini, baik di bidang politik, pembangunan, maupun kelembagaan, merupakan bagian dari hasil perjuangan yang harus dijaga bersama.
Sementara itu, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menilai kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kepedulian terhadap masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen Partai Aceh mengedepankan kepentingan bersama, menjaga persatuan, dan membangun daerah melalui kritik yang konstruktif.
Iskandar juga mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi penyebaran fitnah maupun ujaran kebencian di media sosial yang berpotensi memecah belah masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, tetap terbuka menerima kritik selama disampaikan secara bertanggung jawab.
Dalam tausiyahnya, Pimpinan Dayah Malikussaleh, Tgk Burhanuddin atau Abah Buket Kawat, menekankan pentingnya menjaga warisan perjuangan para syuhada melalui penguatan ukhuwah Islamiyah, pendidikan berbasis dayah, dan kepedulian terhadap anak yatim. Menurut dia, menyantuni anak yatim bukan hanya bentuk solidaritas sosial, tetapi juga bagian dari ajaran agama yang harus terus dipelihara demi menyiapkan generasi penerus Aceh.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para syuhada Aceh sekaligus harapan agar semangat persatuan, kepedulian sosial, dan pembangunan daerah terus terjaga. (Iwan Gunawan).






























