Menjemput Air, Mengais Dana: Cerita Petani Paya Bakong Patungan Sewa Alat Berat Membersihkan Irigasi

Fadly P.B

- Redaksi

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:29 WIB

50181 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

‎‎Aceh Utara – Di bawah terik matahari Rabu, 8 Juli 2026, sebuah ekskavator tampak sibuk mengeruk sedimen tanah dan pasir yang menumpuk di saluran irigasi Alue Ubay, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara. Namun, deru mesin alat berat itu bukan berasal dari proyek pemerintah, melainkan buah dari urunan kantong pribadi warga.

‎Sebanyak 39 Geuchik (Kepala Desa) di Kecamatan Paya Bakong, bersama Camat, Mukim, dan masyarakat setempat, sepakat melakukan aksi “patungan” untuk menyewa alat berat demi membersihkan irigasi utama yang menjadi urat nadi pertanian mereka.

‎Ketua Forum Geuchik Paya Bakong, Khairul Rizal atau yang akrab disapa Abu Gan, menuturkan bahwa langkah ini diambil karena petani tidak bisa lagi menunggu solusi dari instansi terkait.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎” Kami, 39 Geuchik, Camat, Mukim, beserta masyarakat Paya Bakong patungan untuk membersihkan irigasi Alue Baiy ini. Kami harus bergerak sendiri karena jika tidak, sawah-sawah tidak akan teraliri air,” ujar Abu Gan kepada wartawan, Rabu, 8 Juli 2026.

‎Krisis Akibat Sedimentasi

‎Abu Gan menjelaskan, kondisi irigasi Alue Baiy saat ini berada dalam level darurat. Pendangkalan parah terjadi pasca-bencana banjir yang membawa tumpukan pasir dari Waduk Keureutoe ke dalam saluran irigasi. Akibatnya, debit air yang mengalir ke hilir tidak mencukupi untuk kebutuhan tanam.

‎Ironisnya, dana yang terkumpul secara swadaya tersebut hanya cukup untuk menyewa alat berat selama satu hari. Artinya, pembersihan hanya menyentuh titik-titik yang paling krusial, sementara masalah pendangkalan secara menyeluruh masih membayangi masa depan pertanian di wilayah tersebut.

‎” Irigasi ini sudah tidak layak pakai jika tidak dikeruk. Kami tidak bisa terus-terusan berharap pada pemerintah. Jika masyarakat tidak memikirkan dirinya sendiri, siapa lagi yang akan peduli?” tambahnya dengan nada kecewa.

‎Di lokasi pengerukan, seorang tokoh masyarakat setempat, tampak ikut mengawasi jalannya pembersihan. Bagi pria yang telah bertani selama puluhan tahun ini, aksi patungan adalah “napas terakhir” bagi petani Paya Bakong.

‎” Kalau kami hanya menunggu janji, sawah akan jadi padang rumput. Irigasi ini satu-satunya sumber kehidupan kami,” ujarnya dengan nada getir. Ia menegaskan bahwa kerelaan warga untuk patungan, mulai dari petani kecil hingga aparat desa, merupakan bukti bahwa masyarakat sudah mencapai batas kesabaran terhadap kondisi infrastruktur yang terbengkalai.

‎Minimnya Respons Pemerintah

‎Aksi warga ini menjadi cerminan dari terabaikannya infrastruktur pertanian di wilayah Paya Bakong. Padahal, irigasi berfungsi vital bagi keberlangsungan siklus tanam ribuan petani di kecamatan tersebut.

‎Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media melalui saluran komunikasi belum membuahkan hasil.

‎Ketiadaan kehadiran negara dalam persoalan ini memaksa warga mengambil inisiatif mandiri. Bagi petani Paya Bakong, gotong royong bukan sekadar tradisi, melainkan strategi bertahan hidup di tengah minimnya perhatian terhadap infrastruktur dasar yang menentukan kedaulatan pangan di desa mereka.

Ekskavator itu akhirnya berhenti beroperasi ketika matahari mulai condong ke barat, menandai berakhirnya masa sewa satu hari yang mampu dibayar warga. Di balik irigasi yang kini sedikit lebih lapang, menyisakan tanya besar: sampai kapan petani Paya Bakong harus menambal lubang yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah?.

Berita Terkait

Maulid Nabi Dan Peresmian Dayah Bustanut Taibatil Khairi, Kapolsek Baktiya Tekankan Pentingnya Akhlak Generasi Muda
Jumat Berkah ke-458, Polsek Baktiya Dan Baktiya Bersaudara Turun Langsung Bantu Lansia Prasejahtera
Datang Bawa Kue, Pulang Tinggalkan Kesan: Kapolsek Seunuddon Perkuat Persaudaraan TNI-Polri
Kapolsek Baktiya Barat IPDA Marzuki, S.H., M.H., C.PM Beri Kejutan Istimewa Menyambut HUT TNI ke-81 untuk Koramil 18/Baktiya Barat
Bukan Sekedar Ucapan, Kapolsubsektor Dan Camat Lapang Beri Kejutan HUT ke-81 TNI Untuk Danposramil
Kejutan HUT TNI ke-81, Kapolsek Nibong Datangi Koramil 24 Sinergitas TNI-Polri Bukan Sekedar Seremonial
Kejutan HUT TNI ke-81, Kapolsek Nibong Datangi Koramil 24 Sinergitas TNI-Polri Bukan Sekedar Seremonial
Kapolsek Paya Bakong Bersama Camat Sambangi Koramil 21, Perkuat Sinergitas TNI-Polri

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:15 WIB

Demokrasi Kute Dipertaruhkan, Dugaan Pungutan Pendaftaran Pilkades Aceh Tenggara Minta Diaudit

Selasa, 29 September 2026 - 20:45 WIB

Bantuan Pemda Aceh Rp 323,5 Juta, Untuk Kebakaran Agara. Diduga Meguap Kemana sekitar Rp 240 Juta.

Rabu, 15 Juli 2026 - 03:52 WIB

Lembah Haji Diguncang Dugaan Skandal Dana Ketahanan Pangan Rp134 Juta, APH Diminta Usut Seluruh Pihak yang Terlibat

Kamis, 25 Juni 2026 - 00:44 WIB

Kapolres Agara Lepas Karnaval Budaya, Warna-Warni Tradisi Semarakkan Hari Jadi Ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara

Senin, 15 Juni 2026 - 06:37 WIB

Jejak Dana BOK di Rekening Staf Bikin Geger, Aparat Diminta Telusuri Pengelolaan Anggaran Puskesmas Lawe Dua

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:15 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Kapolda Aceh kepada Warga Desa Mendabe

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:42 WIB

Sentuhan Kasih untuk Sesama, Bantuan Kapolda Aceh Tiba di Tangan Warga yang Membutuhkan

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:08 WIB

Digerebek Saat Simpan Sabu, Pria Berinisial R Diamankan Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara

Berita Terbaru