Aceh Utara – Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Utara, Muhammad Johan, S.Pd., M.Pd., mengobarkan semangat kolaborasi antara orang tua dan sekolah. Ia mengajak seluruh ayah di Aceh Utara untuk terlibat aktif dalam gerakan “Ayah Mengantar Anak Pertama Masuk Sekolah” yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 13 Juli 2026.
Gerakan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya strategis untuk memperkuat pendidikan karakter dan ikatan emosional antara orang tua dan anak. Menurut Muhammad Johan, kehadiran seorang ayah pada hari pertama sekolah merupakan simbol dukungan moral yang vital bagi perkembangan psikologis anak.
” Ayah adalah garda terdepan dalam pendidikan anak. Kehadiran ayah bukan hanya sekadar mengantar sampai gerbang sekolah, tetapi wujud nyata kasih sayang dan tanggung jawab yang membangun rasa percaya diri, keberanian, serta motivasi belajar anak sejak dini,” ujar Muhammad Johan saat diwawancarai, Kamis (9/7/2026).
Membangun Aneuk Meutuah dari Rumah
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa fondasi pendidikan yang kokoh selalu bermula dari lingkungan keluarga. Dengan terlibatnya orang tua, terutama ayah, dalam keseharian pendidikan anak, diharapkan nilai-nilai disiplin, kejujuran, dan akhlakul karimah dapat tertanam lebih dalam.
” Kolaborasi antara rumah dan sekolah adalah kunci. Jika ayah, ibu, dan guru berjalan beriringan, kita akan lebih mudah melahirkan aneuk meutuah (anak yang baik/berbakti) generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan memiliki karakter yang mulia,” tambahnya.
Investasi Masa Depan
Kacabdin Aceh Utara ini juga berharap gerakan “Ayah Hebat, Anak Senang” tidak berhenti pada hari pertama masuk sekolah saja, melainkan menjadi budaya yang terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai, perhatian dan waktu yang diberikan orang tua merupakan investasi terbaik bagi masa depan generasi muda.
” Mari kita jadikan ini sebagai budaya. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat, saya optimistis Aceh Utara akan mampu melahirkan generasi yang tangguh, berdaya saing, serta membanggakan daerah, bangsa, dan agama,” pungkasnya.
Gerakan ini diharapkan dapat diimplementasikan secara serentak di seluruh satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB di wilayah Kabupaten Aceh Utara, demi menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat, aman, dan berkualitas.






























