Dari “Kamu Siapa?” ke Label “Oknum”: YARA Desak Bupati Aceh Utara Evaluasi Kapus Muara Batu

Fadly P.B

- Redaksi

Senin, 13 Juli 2026 - 10:13 WIB

50115 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ibnu Sina, Ketua YARA Lhokseumawe-Aceh Utara

Foto: Ibnu Sina, Ketua YARA Lhokseumawe-Aceh Utara

‎‎Aceh Utara – Kisruh di Puskesmas Muara Batu, Aceh Utara, belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Alih-alih merespons transparansi tata kelola Jasa Pelayanan (Jaspel) secara profesional, Kepala Puskesmas (Kapus) justru terseret dalam perang narasi di media sosial, melabeli jurnalis yang melakukan konfirmasi sebagai “oknum”.

‎Perseteruan ini bermula saat seorang jurnalis berupaya melakukan verifikasi data terkait pembagian Jaspel di Puskesmas tersebut. Sesuai prosedur, jurnalis telah memperkenalkan diri serta melampirkan identitas media dan boks redaksi. Namun, jawaban yang diterima bukanlah data transparan, melainkan pertanyaan balik yang bernada defensif: “Kamu siapa?”.

Memilih Medsos, Menghindari Substansi

‎Diduga Melalui akun TikTok pribadinya, @DokterFauzah, via komentar di akun tiktok @Kompasakses, sang Kapus membela diri. Ia berdalih bahwa dirinya berhak menanyakan identitas karena merasa pertanyaan jurnalis terlalu “mendalam”. Ia bahkan menyebut jurnalis tersebut sebagai “oknum” karena dianggap menyebarkan isi percakapan WhatsApp.

‎” Saya berhak tanya siapa, karena menanyakan informasi mendalam ke saya. Tujuan saya tanya identitas supaya saat saya berikan informasi tepat sasaran,” tulisnya dalam kolom komentar. Ia juga mempertanyakan mengapa jurnalis tersebut enggan bertatap muka langsung.

‎Namun, pembelaan tersebut justru memicu kritik tajam dari praktisi dan pengamat kebijakan publik.

” YARA: Kalau Tak Ingin Dikritik, Jangan Jadi Pejabat”

‎Ketua YARA Lhokseumawe-Aceh Utara, Ibnu Sina.Sp.CPLA.,, menilai tindakan sang Kapus mencerminkan kemunduran etika komunikasi pejabat publik. Ia menegaskan bahwa jabatan publik menuntut transparansi, bukan sikap defensif atau menyerang balik wartawan dengan label-label yang tidak berdasar.

‎”Kalau tidak ingin dikritik, jangan jadi pejabat publik, itu saja kok repot. Tidak usah mengalihkan substansi pembahasan topik pertanyaan ke hal lain” ujar Ibnu, Sabtu (11/7/2026).

‎Ibnu menambahkan, berdasarkan bukti percakapan yang ia verifikasi, jurnalis tersebut telah menjalankan fungsi profesinya dengan etis. Saat ditanya mengenai regulasi pembagian Jaspel apakah mengacu pada Perbup atau Permenkes sang Kapus justru bereaksi emosional.

‎” Sang Kapus perlu memahami definisi ‘oknum’. Jurnalis yang mengonfirmasi itu adalah wartawan aktif yang bekerja sesuai UU Pers. Meminta identitas saat dikonfirmasi soal kebijakan publik yang menggunakan uang negara adalah bentuk upaya membungkam fungsi kontrol sosial,” ucap Ibnu.

‎Ibnu secara tegas mendesak Bupati Aceh Utara dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk mengambil tindakan nyata. Menurutnya, jika seorang pejabat publik sudah tidak mampu menjaga etika dan bersikap antisosial terhadap fungsi kontrol media, maka pembinaan saja tidak lagi cukup.

‎” Kepada Dinkes Aceh Utara, kalau tidak bisa dibina, ya copot saja. Pejabat di negara demokrasi harus paham bahwa etika adalah fondasi utama. Jangan hanya karena tidak ingin dikritik lalu melabeli wartawan dengan sebutan oknum,” ujar Ibnu Sina dengan nada tinggi

Tantangan Integritas ASN

‎Sikap Kapus ini kontras dengan pernyataan Kepala BKPSDM Aceh Utara, Saifuddin. Pada Rabu (8/7/2026), Saifuddin menegaskan bahwa setiap ASN, khususnya yang menduduki jabatan struktural, wajib menjaga kesantunan dan integritas. “Wajib hukumnya menjaga etika dalam berkomunikasi kepada masyarakat maupun pers,” tegasnya.

‎Senada dengan itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Nurzahri, menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki celah untuk menghalangi kerja jurnalistik. “Kami selalu membuka ruang untuk media melakukan kontrol sosial,” ujar Nurzahri.

‎Hingga kini, publik masih menunggu langkah tegas dari otoritas di Aceh Utara terkait insiden ini. Ketegangan yang berlarut-larut di Puskesmas Muara Batu ini kini tidak lagi sekadar soal Jaspel, melainkan ujian bagi profesionalisme birokrasi dalam menghadapi transparansi di era demokrasi.

‎Pejabat publik seyogianya menyadari bahwa etika adalah fondasi utama. Jika standar minimum komunikasi saja gagal dipenuhi, maka integritas unit pelayanan publik yang ia pimpin pun layak dipertanyakan

Berita Terkait

JARA Desak APH Usut Dugaan Pungli di SMAN 1 Matangkuli, Soroti Fungsi Pengawasan Kacabdin Aceh Utara
LSM JARA Dukung Penuh Polri Sikat Habis Mafia Korupsi Pasokan Batu Bara PLN
Perkuat Ukhuwah dan Syiar Islam, Masyarakat Gampong Blang Sialet Rutin Gelar Pengajian Setiap Jum’at Malam
Bersatu Demi Masa Depan Aceh Tamiang, DPC BAI, DPD SWI, dan NPCI Gaungkan Semangat Pengembangan Olahraga
United for the Future of Aceh Tamiang: BAI, SWI, and NPCI Promote the Spirit of Sports Development
Konfirmasi Wartawan Dibalas “Kamu Siapa”, Dinkes Aceh Utara Tegaskan Tidak Ada Alasan Halangi Kerja Jurnalis
Wujud Kepedulian Sosial, Geuchik Blang Bidok Gagas Program Jemput Bola untuk Ibu Bersalin dan Lansia
Slogan Pendidikan Bersih “Bebas Pungli” Disdik Aceh Yang Kandas di Gerbang SMAN 1 Matangkuli!

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 15:54 WIB

GP Al Washliyah DKI Jakarta Apresiasi Ketegasan Presiden Prabowo Berantas Korupsi Tanpa Pandang Bulu

Minggu, 12 Juli 2026 - 22:59 WIB

Aksi 16 Juli di Bareskrim Polri, Astacita Merah Putih Center Desak Kasus Eks Jampidsus Ditangani Polisi, Bukan Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:07 WIB

Eggi Sudjana Bangga dengan Prabowo soal Penanganan Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:03 WIB

Faizal Assegaf Puji Prabowo soal Kasus Febrie Adriansyah: Langkah Bersejarah

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:59 WIB

Hotman Paris Puji Ketegasan Prabowo di Kasus Febrie Adriansyah

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:48 WIB

Prabowo Dikabarkan Teken Pengunduran Diri Febrie Adriansyah, Publik Desak Pengusutan Dugaan TPPU Batu Bara Tak Berhenti di Satu Nama

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:12 WIB

United for the Future of Aceh Tamiang: BAI, SWI, and NPCI Promote the Spirit of Sports Development

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:58 WIB

Agus Flores Keluarkan Instruksi Khusus, Minta Anggota Pantau Perkembangan Kasus Jampidsus

Berita Terbaru